Pengantar

Pengobatan herbal dikenal sebagai alternatif dari pengobatan konvensional atau melalui tenaga medis. Seperti rumah sakit ataupun klinik dokter. Adanya pengobatan ini difungsikan sebagai opsi kedua dalam mencapai kehidupan dan tubuh yang lebih sehat dan bugar.

Sehat dengan Bahan Herbal

Ada beragam cara yang dapat kita lakukan untuk mendapat tubuh sehat dan bugar. Misal dengan bangun pagi, minum air putih yang cukup, serta mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Sangat penting untuk kita memenuhi konsep 4 sehat 5 sempurna. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin.

Selain karbohidrat, protein, lemak dan zinc, tubuh kita juga memerlukan vitamin sebagai pelengkap. Vitamin membantu menggenapkan kinerja tubuh dalam mengolah beragai zat yang masuk ke dalam tubuh serta menunjang kinerja sel-sel tubuh.

Terdapat beragam jenis vitamin ataupun suplemen yang dapat dipilih sebagai pelengkap kebutuhan vitamin harian. Suplemen tersebut dapat berupa obat-obatan yang sering dan mudah kita jumpai di apotek maupun pusat perbelanjaan lainnya. Atau bisa juga dalam bentuk herbal yang tidak kalah khasiat dan manfaatnya.

Nah, dalam artikel kali ini kami akan memberi sedikit informasi mengenai konsumsi obat herbal dan beragam manfaatnya bagi tubuh kita. Apa saja manfaat dan khasiatnya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Pengobatan Herbal

Pengertian Herbal

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata herbal memiliki pengertian sebagai hal-hal yang berkaitan dengan herba atau tumbuhan dengan beragam khasiat. Secara pengertian sempitnya, pengobatan herbal adalah tindakan pengobatan penyakit tertentu dengan mengambil manfaat dari tanaman yang memiliki bermacam-macam khasiat.

Pengertian Pengobatan Herbal

Pengertian secara luas dari pengobatan herbal yakni pengobatan dengan pemanfaatan tanaman obat yang mengandung khasiat sebagai usaha menyembuhkan atau mencegah suatu penyakit masuk ke dalam tubuh.

Tidak hanya untuk mengobati, tanaman herbal dengan khasiatnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pencegahan pada penyakit-penyakit tertentu.

Untuk dijadikan obat maupun suplemen, ternyata tidak semua tanaman dapat dimanfaatkan atau diekstrak. Hanya tanaman-tanaman tertentu dengan khasiat yang dapat dipergunakan sebagai obat maupun suplemen tubuh.

Pengobatan Herbal di Indonesia

Di Indonesia sendiri, pengobatan dengan menggunakan tanaman atau herbal sudah sangat familiar untuk masyarakat. Praktik pengobatan herbal sudah dikenal sejak zaman dahulu oleh masyarakat Indonesia. Yakni dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga atau TOGA sebagai bahan obat dan suplemen.

Kini pengobatan herbal telah tersedia dalam bermacam bentuk dan terbuat dari bermacam-macam bahan. Pertama, hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kedua, kebutuhan masyarakat akan obat pada penyakit tertentu semakin meningkat.

Jika dulu TOGA paling banyak dimanfaatkan sebagai obat maupun suplemen, kini sudah banyak bagian tanaman dari beragam jenis tanaman dipergunakan dalam pengobatan herbal ini. Hal itu selaras dengan banyaknya jenis penyakit yang dapat dicegah maupun diobati dengan menggunakan pengobatan herbal.

Pengobatan herbal menjadi jalan alternatif bagi sebagian masyarakat untuk menghindari mahalnya pengobatan konvensional yang bisa memakan banyak biaya dan tenaga.

Pengobatan Herbal Lebih Dekat dengan Masyarakat

Meski sering dianggap kuno atau ketinggalan zaman, pengobatan dengan cara herbal masih memiliki banyak peminat, loh. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab mengapa pengobatan herbal masih menjadi favorit sebagian masyarakat, antara lain:

  • Obat Herbal Memiliki Harga yang Murah

Biasanya pengobatan herbal diproses dan dikemas dengan biaya yang sedikit lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan medis. Selain itu, biaya pemeliharaan tanaman atau cara mendapatkan sumber daya utamanya, yakni tanaman, jauh lebih murah dibandingkan dengan obat yang ditemukan di apotek.

Oleh karena itu, pengobatan herbal menjadi alternatif dari obat konvensional. Jika obat konvensional menggunakan alat dan keperluan medis yang mahal, pengobatan herbal memiliki biaya yang lebih terjangkau.

  • Obat Herbal Mudah Dijangkau

Selain harga yang lebih ekonomis dan tidak menguras kantong, pengobatan herbal juga sangat mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan letak geografis yang bermacam-macam dan berbeda-beda, membuat beberapa obat sangat langka dan memiliki harga yang mahal di pasaran.

Hal ini tentu akan sangat menyusahkan bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah dalam memenuhi pengobatan. Pengobatan herbal dinilai lebih mudah dijangkau karena tanaman obat-obatan lebih mudah dipelihara dalam berbagai medan tanah serta jauh lebih mudah diolah menjadi obat ataupun suplemen.

Berbeda dengan pengobatan konvensional yang mayoritas dilimpahkan ke rumah sakit dengan alat dan tenaga medis yang lebih memadai. Hal ini menjadikan pengobatan herbal menjadi alternatif dari sistem konvensional dalam penyembuhan.

  • Biaya Pengobatan Konvensional Semakin Mahal

Semakin berkembangnya teknologi, ternyata juga meningkatkan biaya pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Hal ini dikarenakan membutuhkan obat dan alat yang lebih canggih untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Namun, tidak semua lapisan masyarakat dapat menebus harga yang mahal untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Tidak sedikit masyarakat yang mengusahakan sehat dengan memanfaatkan obat-obatan herbal. Harga yang lebih murah serta sumber daya yang lebih banyak menjadi beberapa faktor mengapa masih banyak masyarakat yang memilih pengobatan herbal dibandingkan dengan pengobatan medis.

  • Minim Efek Samping dari Pengobatan Herbal

Selain harga yang murah dan lebih mudah dijangkau, obat herbal juga memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat medis pada umumnya. Dengan memanfaatkan khasiat alami, obat herbal memiliki sedikit ‘racun’ yang dapat berdampak pada tubuh manusia dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Hal ini menambah keunggulan obat herbal untuk mencegah atau mengobati penyakit pada tubuh manusia. Tapi, tetap perlu diperhatikan dosis dan jumlah konsumsi rutin. Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi dengan dosis yang telah ditetapkan atau cukup meminum obat herbal hingga gejala penyakit semakin berkurang.

Jenis-Jenis Pengobatan Herbal

Dalam pemakaiannya, terdapat dua jenis obat herbal yang ada di Indonesia. Antara lain:

1. Pengobatan Herbal Tradisional

Jenis yang pertama ini lebih dikenal sebagai jamu oleh masyarakat Indonesia. Jamu atau obat herbal tradisional ini terbuat dari bahan-bahan atau jenis tanaman yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dengan sifatnya yang turun-temurun dan menjadi salah satu gaya hidup, jamu biasa dikenal juga sebagai resep warisan budaya Indonesia.

Jadi, tidak hanya sebagai obat, jamu juga menjadi budaya asli Indonesia.

Obat herbal tradisional ini kemudian dibedakan lagi menjadi tiga jenis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM RI menjadi jamu, obat herbal terstandar atau OHT serta fitofarmaka.

2. Pengobatan Herbal Non-Tradisional

Jenis yang kedua ini terbuat dari bahan-bahan yang, dapat dikatakan, tidak lazim diperuntukkan obat herbal tradisional di Indonesia, namun masih memiliki potensi manfaat dan kegunaan yang baik untuk tubuh.

Biasanya, jenis obat herbal ini menggunakan campuran bahan yang tidak umum atau tidak mudah ditemukan di Indonesia namun memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan.

Cara Memilih Pengobatan Herbal yang Baik untuk Kesehatan

Meski dilabeli sebagai obat herbal, ternyata tidak semua obat herbal yang beredar luas di pasaran memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh, loh. Masih banyak oknum-oknum nakal yang memanfaatkan minat masyarakat terhadap obat herbal untuk meraup untung.

Selain itu, meski berasal dari tumbuhan, tidak sedikit masyarakat yang memiliki reaksi yang berbeda setelah mengonsumsi obat jenis herbal. Misal adanya alergi atau ketidakcocokan yang dapat memunculkan penyakit lainnya.

Nah, untuk menghindari mengonsumsi obat-obatan herbal yang berbahaya, ada beberapa tips yang dapat digunakan para pembaca sekalian. Antara lain:

Waktu Penyembuhan dari Pengobatan Herbal

Dengan memilih obat herbal sebagai sarana medis dalam menyembuhkan atau mencegah sebuah penyakit, harus diperhatikan bahwa obat herbal memiliki sifat penyembuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan obat medis. Hal ini dikarenakan sifat natural dari bahan-bahan penyusun obat herbal, sehingga memerlukan jangka waktu penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan obat resep dokter.

Peringatan

Apabila ada oknum yang memberi klaim dapat menyembuhkan penyakit dalam waktu singkat, perlu diwaspadai apakah obat herbal tersebut telah tercampur zat kimia lain atau dicampur dengan obat konvensional.

Untuk memilih obat herbal yang berkualitas bagus, ada baiknya memilih obat herbal yang tanamannya ditanam atau dibudidayakan sendiri dan diolah dengan tingkat higienis yang tinggi.

Pengemasan dan Bentuk Obat Herbal

Ada baiknya memilih obat herbal yang dikeringkan dibandingkan dengan obat herbal yang telah diolah menjadi bubuk yang dienkapsulasi. Obat herbal bubuk yang dienkapsulasi ini berkemungkinan telah teroksidasi selama proses pengolahan sehingga dapat mengurangi efisiensi obat herbal tersebut.

Kemudian, perhatikan kebersihan kemasan apabila Anda membeli obat herbal yang dikemas rapat. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan masuknya kotoran, parasit, jamur, hingga bakteri berbahaya pada obat herbal dengan pengemasan yang cacat atau kurang rapi.

Komposisi Obat Herbal

Baca dengan seksama bagian komposisi obat herbal yang tertera pada kemasan. Pastikan tidak terdapat bahan berbahaya lain yang dimasukkan dalam komposisi obat herbal yang dapat memunculkan efek samping setelah dikonsumsi.

Tidak dianjurkan membeli ataupun mengonsumsi obat herbal yang tidak mencantumkan komposisi pada kemasan karena dapat mengandung bahan berbahaya lainnya yang kita tidak ketahui.

Meski dikatakan sebagai obat, namun obat berbahan herbal ada baiknya hanya diperuntukkan sebagai tindakan pencegahan atau tindakan preventif karena hasil pengobatan dari obat herbal tergolong sangat lambat dan mekanisme obat yang bertahap.

Pencegahan Efek Samping Pengobatan Herbal

Lalu, harap diperhatikan apabila muncul gejala samping ataupun gejala keracunan setelah mengonsumsi obat herbal. Hal ini dapat dikarenakan penggunaan tanaman obat yang tidak rasional atau dengan jumlah yang tidak seimbang. Harap segera kunjungi dokter atau klinik terdekat agar keracunan atau efek samping tidak menyebar.

Peringatan

Untuk menghindari mengonsumsi obat herbal yang berdampak buruk pada kesehatan, ada baiknya memilih obat herbal yang telah mengantongi izin BPOM RI. Dengan begitu, obat herbal telah terjamin kualitas, tingkat kebersihan atau higienis serta terjamin khasiatnya bagi kesehatan.

`

Perbedaan Obat Herbal dengan Obat Konvensional

Sama-sama disebut sebagai obat, apa saja perbedaan obat herbal dengan obat kimia? Yuk, baca penjelasan berikut!

Pengobatan Herbal

Sesuai dengan namanya, obat herbal terbuat dari tanaman utuh tanpa penyaringan khusus dengan tujuan mendapatkan bahan aktif yang berkhasiat bagi kesehatan. Dengan penggunaan tanaman utuh ini dipercaya dapat mengurangi efek samping atau efek racun dari obat herbal pada tubuh manusia.

Obat herbal telah banyak diakui khasiat dan kegunaannya dalam dunia kesehatan. Dengan mengandung sedikit bahan kimia, obat herbal memiliki efek samping alergi dan iritasi yang lebih rendah dibandingkan dengan obat kimia atau obat konvensional.

Peringatan

Namun, perlu digaris bawahi bahwa obat herbal tidak dapat mengobati suatu penyakit dengan sepenuhnya. Pengobatan dengan bahan herbal hanya menjadi pendukung dan alternatif dari sistem penyembuhan konvensional.

Pengobatan Konvensional

Obat konvensional adalah jenis obat yang mudah kita temui di apotek maupun pada pusat perbelanjaan lainnya. Jenis obat ini juga mengambil ekstrak tanaman sebagai sumber daya utama, namun diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan obat konvensional.

Obat jenis ini terikat dalam peraturan ketat oleh BPOM RI. Hal ini untuk memastikan kualitas dari obat tersebut tidak berbahaya bagi yang mengonsumsi. Obat kimia juga telah melewati rangkaian tes ilmiah untuk membuktikan efektifitas obat terhadap jenis penyakit tertentu.

Kesimpulannya, obat konvensional memiliki harga yang jauh lebih mahal dengan harga pengobatan herbal, itu sebabnya masyarakat masih banyak menggunakan herbal sebagai alternatif obat konvensional.

Teh dan Madu Uhat Bajakah: Pengobatan Herbal sebagai Alternatif Pengobatan Konvensional

Sebagai negara yang sangat peduli pada khasiat obat herbal, Teh dan Madu Uhat Bajakah hadir sebagai salah satu varian obat herbal untuk mencegah serta menjaga tubuh dari berbagai macam penyakit berbahaya. Seperti tekanan darah tinggi, kanker, kista, asam urat, ambeien, liver, hingga tumor.

Teh dan Madu Uhat Bajakah adalah obat herbal yang terbuat dengan bahan dasar akar tanaman bajakah asal Kalimantan. Produk Teh dan Madu Uhat Bajakah menjadi pertama dan satu-satunya produk yang telah mengantongi sertifikat laboratorium. Dengan begitu, khasiat, kualitas dan keamanan produk sangat terjaga.

Kandungan Teh dan Madu Uhat Bajakah

Lebih lanjut, Bajakah adalah jenis tanaman yang mudah didapati di kawasan pedalaman Kalimantan, yakni di Kalimantan Tengah. Kayu dari tanaman Bajakah mengandung senyawa flavonoid, tannin, fenolik dan saponin yang berpotensi besar dalam penyembuhan penyakit kanker dan jenis penyakit lainnya.

Akar kayu tanaman Bajakah dapat mencegah adanya infeksi pada tubuh. Ditemukan dalam penelitian bahwa ekstrak dari akar atau kayu Bajakah dapat mencegah infeksi, terutama dari infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Eschericia coli.

Produk teh dan madu Uhat Bajakah telah memiliki sertifikat laboratorium dengan uji klinis dilengkapi oleh hasil Analis dari LIPI Indonesia.

Terdapat dua produk yang dapat dipilih sebagai suplemen sehari-hari, antara lain:

Teh Bajakah

Tersedia Teh Bajakah dalam dua ukuran. Yakni Teh Bajakah dengan isi 10 sachet dan Teh Bajakah dengan isi 30 sachet. Produk tersebut sama dengan teh pada umumnya yang hanya tinggal diseduh dengan air panas dan siap diminum dengan tambahan sedikit gula ataupun madu.

Madu Uhat Bajakah

Produk kedua yakni Madu Uhat Bajakah dengan ukuran 250 ml dan ukuran 500 ml. Madu ini dapat diminum langsung atau dapat diseduh dengan air hangat ataupun teh hangat. Madu Uhat Bajakah dikemas dalam botol plastik yang cukup tahan panas dan tahan banting sehingga aman untuk dibawa berpergian.

Kedua produk Uhat Bajakah terbukti kekhasiatan dan kebersihannya. Produk-produk Uhat Bajakah dapat mencegah penyakit kanker, tumor, diabetes, kista atau miom, stroke, asma, maag, amandel, asam urat, tekanan darah tinggi, ambeien atau wasir, penyakit kelenjar, ginjal, liver, hingga keputihan.

Pemesanan Produk

Lebih lanjut, pemesanan dapat melalui WhatsApp pada nomor 0821-1616-4170. Juga tersedia konsultasi gratis dengan admin Uhat Bajakah dengan nomor yang tertera serta melalui email di admin@uhatbajakah.com, serta langsung menuju alamat Jl. T. Surapati no.76. Melayu, Teweh Tengah, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Konsultasi dapat dilakukan pada jam kerja di Senin hingga Sabtu, pada pukul 09.00 pagi hingga 21.00 malam.

Untuk pemesanan lebih lanjut, klik tautan berikut.

Related article:

https://www.alodokter.com/panduan-mengonsumsi-obat-herbal

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2695240/terapi-herbal-ampuh-sembuhkan-penyakit