Penyakit maag merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak ditemui. Penyakit ini umumnya menyerang bagian lambung. Namun, apabila sudah sangat parah, dapat menyerang bagian-bagian lain yang berdekatan dengan perut. Pengobatan penyakit maag dapat dilakukan dengan herbal dan medis.

Banyak faktor yang dapat memicu munculnya sakit maag ini, baik faktor internal maupun eksternal. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tidak terbatas pada usia, jenis kelamin ataupun dikarenakan kegiatan tertentu.

Meski sudah sangat umum, namun ada baiknya tidak menyepelekan penyakit yang satu ini. Sakit maag dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Juga, pengabaian dari penderita dapat menimbulkan luka lebih banyak pada bagian lambung.

Pengertian Penyakit Maag

Yang disebut sebagai sakit maag atau dengan nama lain dispepsia, adalah suatu rasa nyeri pada organ lambung. Nyeri ini dapat dipicu oleh berbagai faktor. Lebih lanjut, sakit maag biasanya dipicu dari luka terbuka pada lapisan dalam lambung atau tukak lambung, infeksi dari bakteri Helicobacter pylori, stres berlebih, ataupun efek samping dari penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS).

Menjadi salah satu penyakit yang menyerang saluran pencernaan, apabila sakit maag tidak ditangani dengan baik dan cepat, dapat mengganggu kinerja seluruh tubuh. Selanjutnya, dapat menghambat kegiatan penderita untuk berkegiatan sehari-hari.

Dilansir dari Alodokter, terdapat sekitar 7000 kasus sakit maag yang dilakukan endoskopi, dimana lebih dari 85% adalah dispepsia fungsional. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit maag sudah sangat umum di Indonesia, namun terus berulang setiap harinya.

Tingginya angka penderita sakit maag juga ditunjukkan oleh kemudahan akses mendapatkan obat maag. Umumnya, pengobatan penyakit maag oleh masyarakat menggunakan obat konvensional dengan dosis rendah dan obat medis dari resep dokter.

Saat ini, kita bisa membeli obat maag dengan bebas di minimarket, pusat perbelanjaan ataupun di apotek. Obat maag yang ada di minimarket umumnya menyasar penderita maag ringan karena dosis obat yang terbilang rendah.

Penyebab Penyakit Maag

Telah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit maag dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyakit ini tidak memandang jenis kelamin maupun usia karena penyebab yang sangat umum dan dapat terjadi pada siapa saja.

Terdapat beberapa faktor penyebab dari munculnya penyakit maag ini. Antara lain:

  • Infeksi dari bakteri Helicobacter pylori
  • Proses makan yang terlalu cepat dan makanan tidak terkunyah dengan halus menyebabkan lambung bekerja lebih keras dari seharusnya
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan hingga lambung kesusahan mengolah makanan
  • Stres berlebihan atau masalah emosional, misalnya depresi atau tingkat kecemasan yang tinggi
  • Konsumsi makanan cokelat berlebihan
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Efek samping dari konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS)
  • Terlalu banyak konsumsi makanan berminyak, pedas, asam, dan berlemak
  • Terlalu banyak konsumsi minuman bersoda dan berkafein
  • Terlambat dan terlalu sering melewatkan waktu makan

Agar tidak terjadi sakit maag secara berulang, ada baiknya penderita menghindari pemicu yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, untuk mencegah adanya penyakit maag, ada baiknya memperhatikan pola makan serta pembatasan konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam, pedas, atau berkafein.

Rasa nyeri pada sakit maag ini merupakan akibat dari kinerja organ lambung. Dimana saat terjadi gangguan pada lambung, maka mukosa akan rusak hingga memunculkan rasa nyeri. Jika rasa sakit ini muncul secara berulang, asam lambung kemudian memecah mukosa. Pemecahan ini yang menimbulkan adanya peradangan dan iritasi.

Kondisi tersebut yang menyebabkan munculnya sakit maag pada manusia. Kemudian, rasa nyeri hebat pada penderita maag akut ini diakibatkan asam lambung yang bersinggungan dengan lapisan mukosa. Akibatnya, ujung-ujung saraf menjadi lebih peka pada rasa nyeri.

Gejala Penyakit Maag

Penyakit maag bukan tipe penyakit yang muncul tanpa aba-aba. Biasanya, ada beberapa gejala yang perlahan muncul sebelum benar-benar terasa nyeri di bagian lambung penderita.

Di bawah ini ada beberapa gejala penyakit maag yang dapat diwaspadai, antara lain:

  • Muncul kembung di perut bagian atas
  • Muncul rasa mual
  • Adanya rasa panas di bagian atas perut
  • Sendawa yang muncul berulang-ulang
  • Mudah merasa kenyang saat makan serta muncul rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Muncul rasa nyeri di bagian ulu hati dan rasa nyeri pada bagian tengah dada saat atau setelah makan
  • Rasa panas yang menjalar ke bagian dada akibat meningkatnya kadar asam lambung. Hal ini dapat menyebabkan rasa sesak pada penderita.
  • Berat badan yang terus menurun tanpa penyebab yang jelas
  • Susah menelan makanan dan minuman
  • Muntah

Gejala ini dapat muncul secara bersamaan ataupun satu-persatu setiap waktu. Perlu diwaspadai apabila gejala-gejala di atas muncul dengan intensitas yang semakin meningkat.

Apabila gejala yang muncul sudah sangat parah dan mengganggu kegiatan, sangat dianjurkan untuk menghubungi atau mengunjungi dokter terdekat agar segera mendapat penanganan yang tepat. Pada penderita sakit maag dengan usia lebih dari 55 tahun, dianjurkan pula untuk segera berkonsultasi ke dokter terdekat apabila gejala-gejala di atas muncul.

Selain itu, adanya peradangan pada pankreas serta usus tersumbat juga bisa menjadi pemicu munculnya rasa nyeri dan sakit maag pada lambung.

Penyakit Maag Kronis

Penyakit maag yang dibiarkan tanpa adanya tindakan pengobatan lebih lanjut dapat menyebabkan komplikasi. Yakni maag kronis.

Kondisi lambung yang sudah banyak luka diperparah dengan pola makan yang tidak teratur, jam tidur yang kurang, konsumsi makanan dan minuman berkafein, serta konsumsi minuman beralkohol yang tidak terkontrol dapat menimbulkan maag kronis.

Penyakit maag kronis juga dapat muncul akibat infeksi dari bakteri Helicobacter pylori, penyakit gagal ginjal dan diabetes, efek samping dari obat, serta muncul radang pada bagian dinding lambung akibat terganggunya sistem imun tubuh.

Gejala dari maag kronis tidak berbeda jauh dengan penyakit maag pada umumnya. Namun, gejala ini memiliki intensitas yang tinggi serta memberi dampak yang signifikan ke tubuh penderita. Gejala tersebut antara lain:

  • Kembung pada perut
  • Rasa begah atau perut terasa penuh pada bagian atas perut sehingga menyebabkan susah bersendawa serta buang angin
  • Mual hebat hingga muntah
  • Muncul rasa nyeri hebat di ulu hati
  • Menurunnya berat badan penderita
  • Semakin berkurangnya selera makan

Tipe Penyakit Maag Kronis

Ada beberapa tipe maag kronis yang dibedakan berdasar pada penyebabnya. Antara lain:

Penyakit Maag Kronis Tipe A

Tipe A merupakaan penyakit maag kronis yang diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel lambung. Tipe ini dapat menimbulkan resiko anemia, kekurangan vitamin hingga kanker.

Penyakit Maag Kronis Tipe B

Tipe B merupakan tipe yang paling umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Tipe ini dapat memicu adanya tukak lambung, tukak usus, hingga kanker lambung.

Penyakit Maag Kronis Tipe C

Tipe C merupakan kondisi maag kronis yang diakibatkan oleh konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS, serta konsumsi minuman beralkohol dalam jangka waktu yang lama. Tipe ini dapat memicu pengikisan pada dinding lambung hingga menyebabkan pendarahan.

Komplikasi Penyakit Maag dan Pengobatannya

Adanya komplikasi ini merupakan lanjutan dari maag kronis yang tidak langsung mendapat bantuan pengobatan dari ahli atau dokter. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:

1. Tukak Lambung

Tukak lambung ialah adanya luka di bagian lambung yang menjadi penyebab munculnya sakit maag. Penyakit ini dapat menyerang lambung serta di usus 12 jari, ataupun di kerongkongan bagian bawah. Menurut Alodokter, tukak lambung mayoritas dipicu oleh infeksi bakter Helicobacter pylori, ataupun akibat pemakaian obat pereda nyeri yang tidak sesuai dengan dosis.

Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh adanya tumor pada lambung serta komplikasi dari kegiatan radioterapi. Namun, untuk alasan ini memiliki angka kemungkinan yang cukup rendah dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Penyebab Tukak Lambung

Selain penyebab yang telah disebutkan, ada beberapa pemicu dari tukak lambung ini. Antara lain:

  • Pemakaian obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS. Seperti pemakaian meloxicam, ibuprofen atau diclofenac dalam jumlah berlebih. Dosis yang tidak sesuai bisa menimbulkan peradangan atau iritasi di jaringan lambung dan membuat luka.
  • Pemakaian obat jenis antidepresan golongan SSRI, aspirin, serta kortikosteroid
  • Akumulasi stres yang berlebih
  • Konsumsi alkohol dalam jumlah di luar batas normal
  • Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam dan pedas, serta kafein yang berlebih
  • Merokok juga dapat memicu adanya tukak lambung. Terlebih pada penderita infeksi bakteri H.pylori.

Gejala Tukak Lambung

Pada penyakit tukak lambung, gejala yang umum muncul yakni sakit maag atau rasa nyeri di ulu hati. Nyeri pada tukak lambung mempunyai beberapa ciri-ciri. Antara lain:

  • Rasa nyeri semakin terasa saat perut kosong atau ketika belum terisi makanan
  • Rasa sakit semakin parah pada waktu makan, pagi hari, atau malam hari
  • Sakit dan nyeri yang terjadi dalam hitungan menit hingga jam
  • Rasa nyeri mereda ketika perut terisi makanan atau setelah mengonsumsi obat sakit maag, namun rasa nyeri dengan mudah muncul kembali

Sedangkan gejala lain yang dirasakan saat mengalami sakit tukak lambung adalah sebagai berikut:

  • Nafsu makan yang semakin berkurang dan mudah merasa kenyang
  • Tubuh terasa lemas dan kemah
  • Muncul rasa mual hingga muntah
  • Adanya kembung di bagian perut
  • Intensitas bersendawa yang tinggi
  • Dada terasa panas seperti terbakar
  • Sesak dan kesulitan menarik napas
  • Berat badan penderita perlahan turun

2. Gastritis Atrofik

Komplikasi yang kedua adalah gastritis atrofik, yakni sebuah kondisi dimana lapisan bagian dalam lambung mengalami peradangan dalam jangka waktu tahunan. Apabila tidak segera mendapatkan pengobatan, radang tersebut dapat menghancurkan sel-sel lapisan lambung.

Gejala Gastritis Atrofik

Pada gastritis atrofik, gejala yang muncul sangat tidak terlihat atau menyerupai gejala penyakit lainnya. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadari telah mengalami gastritis atrofik menahun. Ada dua jenis gejala yang biasa muncul.

Pertama, gejala yang diakibatkan infeksi bakter H.pylori antara lain:

  • Mual hingga muntah
  • Gejala seperti penyakit maag pada umumnya
  • Hilangnya nafsu makan
  • Nyeri pada perut
  • Anemia
  • Berat badan yang terus menurun

Kedua, gejala yang diakibatkan oleh autoimun, antara lain:

  • Pusing
  • Muncul rasa nyeri di bagian dada
  • Mudah lelah
  • Tubuh kekurangan vitamin B12
  • Muncul denging di telinga atau tinnitus
  • Palpitasi jantung atau jantung berdebar dengan cepat dan tidak teratur.

Pemeriksaan Dokter dan Pengobatan Penyakit Maag

Untuk menentukan apakah pasien mengalami gastritis atrofik, akan dilakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan beberapa tes selanjutnya. Juga dilakukan tes darah untuk mengetahui beberapa hasil di bawah ini:

  • Mengukur kadar hormon gastrin yang dimana memiliki fungsi untuk menciptakan zat asam dalam lambung
  • Mengukur penurunan vitamin B12
  • Melihat level pepsinogen apakah cenderung rendah atau tidak. Pepsinogen merupakan zat protein yang diciptakan oleh sel lambung.

Selain itu, juga diperiksa hembusan napas pasien untuk mengetahui apakah gastritis atrofik disebabkan oleh bakteri H.pylori atau tidak. Juga, bisa dilakukan biopsi menggunakan prosedur endoskopi untuk mengambil beberapa sel perut.

Penyakit Maag dan Pengobatannya

Proses pengobatan penyakit maag memiliki tindakan yang berbeda-beda. Hal ini didasarkan pada tingkat keseriusan penyakit pada penderita serta penyebab atau pemicunya.

Untuk penyakit maag dengan tingkat keparahan yang rendah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit maag datang kembali. Antara lain:

  • Mengatur pola makan dan porsi makan. Usahakan mengonsumsi makanan sesuai dengan jam makan dan porsi yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebih.
  • Mengonsumsi cemilan satu jam sekali agar asam lambung tidak naik dan membuat luka pada lapisan lambung.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman pedas, asam, berkafein, beralkohol dan berlemak.
  • Memiliki jam tidur yang cukup, yakni setidaknya 7 jam setiap malam.
  • Hindari penyebab stres berlebih yang dapat memicu nyeri pada lambung
  • Rutin berolahraga dan usahakan berhenti merokok.

Sedangkan untuk tingkat keparahan yang sedang hingga tinggi, dokter biasanya akan memberi resep obat dalam golongan inhibitor pompa proton (PPI), antasida, serta antagonis reseptor H-2.

Pengobatan penyakit maag ini hendaknya dilakukan dengan segera agar tidak menimbulkan komplikasi dan memperparah penyakit lain yang berkaitan.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Maag

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit maag datang lagi selain mengonsumsi obat. Antara lain:

  • Usahakan tidak langsung berbaring setelah makan. Hal ini dapat mempersulit kinerja lambung untuk mengolah makanan yang dikonsumsi.
  • Menghindari makanan pedas, asam dan berlemak. Hindari mengonsumsi makanan terlalu berserat agar luka di lambung dapat pulih terlebih dahulu.
  • Mengonsumsi makanan dalam porsi yang wajar serta mengunyah makanan dengan halus dan sempurna agar lambung tidak terlalu banyak bekerja.
  • Usahakan tidak melakukan olahraga atau aktivitas berat dengan perut penuh.
  • Usahakan mengisi perut dengan makanan sebelum beraktivitas berat.
  • Hindari penyebab stres.
  • Mengonsumsi obat atau suplemen herbal yang dapat melindungi lapisan lambung dengan baik.

Pengobatan penyakit maag dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan medis atau obat konvensional dari dokter, dan dengan obat herbal. Salah satu pilihan obat herbal untuk penyakit maag adalah Teh dan Madu Uhat Bajakah.

Uhat Bajakah dan Pengobatan Penyakit Maag

Sesuai dengan namanya, teh dan madu herbal ini dibuat dari ekstrak akar kayu Bajakah asal Kalimantan Selatan. Tanaman Bajakah mulai terkenal khasiatnya setelah salah satu media asal Korea Selatan menjelaskan beragam manfaat baik dari tanaman tersebut.

Kandungan baik dalam tanaman Bajakah dapat membantu pengobatan penyakit maag dan menjaga lambung agar tetap kuat dari zat asam yang berlebih.

Uhat Bajakah menyediakan dua produk herbal, yakni teh dan madu, yang dapat dikonsumsi siapa saja dan kapan saja. Dengan dua bentuk produk tersebut, khasiat tanaman Bajakah dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa merusak produk.

Pemesanan produk Uhat Bajakah dapat dilakukan pada tautan berikut.

Anda bisa mendapatkan penawaran menarik dengan membeli produk Uhat Bajakah dalam jumlah tertentu. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan potongan harga yang menarik dengan bonus khasiat alami dari akar kayu tanaman Bajakah.

Tertarik membeli? Yuk, pesan sekarang dan rasakan manfaat tanaman Bajakah dalam pengobatan penyakit maag!