Penyakit tekanan darah tinggi merupakan momok yang menakutkan. Jenis penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kondisi tubuh penderita. Meski terlihat sepele, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menimbulkan banyak penyakit berbahaya lainnya. Mengatasi hipertensi atau darah tinggi dapat menggunakan obat herbal dan medis.

Kedua jenis obat tersebut bersifat komplementer atau dapat melengkapi satu sama lain. Obat medis dan kecepatannya dalam mengatasi penyakit dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi dalam jangka waktu singkat. Sedangkan obat herbal dapat membantu secara perlahan namun pasti.

Selain itu, merubah gaya hidup juga dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah tetap dalam kondisi normal. Memperbanyak aktivitas fisik, mengurangi konsumsi garam atau natrium, serta berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dipercaya mampu menjaga tekanan darah di batas normal.

Pada artikel kali ini, kami akan memberi sedikit informasi mengenai serba-serbi hipertensi dan bagaimana mengatasi hipertensi dengan cepat dan aman. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Hipertensi?

Tekanan darah tinggi, atau dengan nama lainnya hipertensi, merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah berada pada 130/80 mmHg atau lebih. Angka tersebut terbilang tinggi hingga dapat menimbulkan rasa sakit dan diikuti dengan gejala penyakit berbahaya lainnya apabila tidak segera ditangani.

Penyakit berbahaya lainnya yang dapat menjangkiti pasien tekanan darah tinggi yakni penyakit ginjal, gagal jantung, hingga stroke. Yang paling berbahaya apabila kondisi pasien sudah sangat parah hingga tidak dapat tertolong dengan penanganan medis.

Menurut Alodokter, ada dua jenis tekanan darah yang terjadi dalam tubuh manusia. Yakni tekanan sistolik dan tekanan diastolik.

Tekanan sistolik adalah kondisi terjadinya tekanan pada jantung untuk memompa dan mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik adalah kondisi terjadinya tekanan pada jantung ketika melakukan relaksasi sebelum kembaii mendistribusikan darah.

Penyakit hipertensi dapat terjadi saat tekanan sistolik berada pada 130 mmHg atau lebih, serta tekanan diastolik melebihi angka 80 mmHg. Tingginya angka pada tekanan sistolik dan diastolik ini sudah masuk kategori berbahaya dan membutuhkan tindakan penanganan lebih lanjut.

Untuk mengatasi hipertensi dapatdigunakan obat medis dan herbal dengan khasiat yang seragam. Kedua obat ini sangat mudah ditemukan di apotek terdekat maupun di pusat perbelanjaan. Juga dapat ditemukan secara online.

Jenis Penyakit Hipertensi

Terdapat dua jenis penyakit hipertensi yang umum terjadi di masyarakat, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut pengertian, gejala dan pencegahan yang dapat dilakukan:

Hipertensi Primer

Hipertensi primer atau dengan nama lain hipertensi esensial, merupakan jenis penyakit tekanan darah tinggi dengan penyebab pasti atau idiopatik. Namun, banyak ahli yang berpendapat bahwa hipertensi primer dapat berhubungan dengan faktor genetik atau penyakit yang menurun dari satu generasi ke generasi lain.

Juga dapat terjadi akibat kurangnya pergerakan atau aktivitas yang melibatkan fisik pasien, kurangnya olahraga, gaya hidup yang buruk, pola makan yang tidak teratur, dan obesitas atau kelebihan berat badan.

Penyakit hipertensi primer menjadi jenis hipertensi yang paling umum terjadi di masyarakat. Tercatat sekitar 95% pasien hipertensi di dunia merupakan penderita hipertensi premier. Sedangkan sisanya masuk dalam kategori sekunder.

Melansir dari helloSEHAT, penyakit hipertensi primer umumnya meningkat seiring waktu dengan bertahap. Sehingga penderita hipertensi jenis ini diharuskan mengontrol dan memantau tekanan darah demi mencegah munculnya penyakit lain akibat hipertensi. Salah satunya penyakit jantung dan stroke.

Biasanya, dokter dan ahli akan menyarankan perubahan gaya hidup dari pasien untuk mengontrol tekanan darah. Pengobatan secara medis tidak akan memberi perkembangan berarti apabila gaya hidup pasien masih dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Penyebab Hipertensi Primer

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, penyakit hipertensi primer umumnya terjadi akibat kondisi idiopatik. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang memperbesar kemungkinan resiko hipertensi primer, seperti faktor genetik atau faktor keturunan.

Pasien hipertensi primer dengan penyebab berupa faktor genetik memiliki resiko yang lebih besar untuk terjangkit penyakit tekanan darah tinggi. Mereka yang memiliki hipertensi akibat faktor keturunan umumnya lebih sensitif terhadap konsumsi natrium atau garam yang masuk ke dalam tubuh.

Natrium atau garam ini menjadi salah satu penyebab adanya hipertensi.

Penyebab lain yang menjadi pemicu adalah gaya hidup pasien yang tidak terkontrol. Hal ini dapat memperparah penyakit hipertensi premier serta meningkatkan resiko terjangkit penyakit tekanan darah tinggi.

Adapun beberapa kondisi penyebab munculnya hipertensi primer antara lain:

  • Konsumsi garam atau natrium yang terlalu banyak
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Tingkat stres yang tinggi
  • Terdapat resistensi insulin dalam tubuh pasien
  • Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga
  • Kurangnya konsumsi kalsium dan kalium
  • Meningkatnya kadar lemak dalam darah atau dyslipidemia
  • Konsumsi minuman alkohol yang berlebih

Gejala Hipertensi Primer

Pasien hipertensi primer umumnya tidak merasakan gejala tertentu saat berkegiatan sehari-hari. Deteksi penyakit ini biasanya muncul saat pasien melakukan cek tekanan darah di rumah sakit atau klinik medis.

Namun, pasien mungkin mengalami gejala yang terasa umum terjadi sehari-hari. Seperti sesak napas, sakit kepala, atau mengalami mimisan. Gejala-gejala ini pun baru muncul saat tekanan darah pasien sudah memasuki tahap yang parah. Atau dapat disebut sebagai tahap krisis hipertensi.

Krisis hipertensi adalah jenis atau kondisi hipertensi dimana tekanan darah mengalami peningkatan drastis dan dalam waktu yang singkat.

Jika terdapat gejala-gejala di atas dengan intensitas yang tinggi, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Komplikasi Akibat Hipertensi Primer

Penyakit hipertensi memiliki kemungkinan besar dalam memunculkan penyakit berbahaya lainnya sebagai perpanjangan hipertensi yang tidak segera ditangani.

Adapun beberapa komplikasi hipertensi yang dapat terjadi saat pasien tidak dapat mengontrol tekanan darah antara lain:

  • Muncul masalah pada bagian mata
  • Adanya masalah jantung, misalnya kondisi gagal jantung dan serangan jantung
  • Sindrom metabolik
  • Stroke
  • Masalah pada bagian ginjal, seperti gagal ginjal

Hipertensi Sekunder

Penyakit hipertensi sekunder adalah suatu kondisi adanya peningkatan pada tekanan darah yang diakibatkan oleh kondisi kesehatan dari pasien tersebut. Penyakit ini dapat dipicu oleh penyakit yang berkaitan dengan jantung, ginjal, pembuluh darah arteri, ataupun sistem endokrin tubuh. Dalam beberapa kasus, hipertensi sekunder juga dapat menyerang ibu hamil.

Penyebab Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder dapat terjadi akibat beberapa kondisi kesehatan dari pasien tersebut. Faktor-faktor penyebab hipertensi sekunder antara lain:

  • Penyakit Tiroid, dimana tekanan darah meningkat karena kondisi hormon tiroid yang menurun (hipotiroid), dan hormon tiroid yang meningkat (hipertiroid).
  • Obesitas, yakni semakin meningkat berat badan pasien, jumlah darah yang melakukan sirkulasi dalam tubuh ikut meningkat. Peningkatan ini bisa memperbesar tekanan pada dinding arteri yang juga membuat tekanan darah meningkat.
  • Sindrom Cushing, penyembuhan sindrom dengan kortikosteroid dapat memicu hipertensi sekunder. Di sisi lain, tekanan darah tinggi dapat terjadi karena terdapat tumor di kelenjar pituitari, ataupun faktor lain di bagian kelenjar adrenal yang memicu peningkatan hormon kortisol.
  • Kehamilan, dimana pada umumnya proses mengandung dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu yang sebelumnya mempunyai tekanan darah normal atau yang pernah mengalami tekanan darah tinggi.
  • Penyakit Ginjal Polikistik, yakni kondisi karena faktor genetik dimana terdapat kista di ginjal yang menghambat kinerja organ secara normal dan memicu peningkatan tekanan darah.
  • Berat Badan Berlebih, denyut nadi meningkat serta kemampuan pembuluh darah dalam mendistribusikan darah semakin menurun akibat ketidak normalan bobot tubuh pasien. Adanya penimbunan lemak dalam tubuh juga mampu memproduksi zat kimiawi yang memicu peningkatan tekanan darah.
  • Fekromositoma, kondisi langka dimana terdapat tumor di kelenjar adrenal yang mampu memicu peningkatan produksi hormon adrenalin dan non-adrenalin. Hal ini bisa meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek dan jangka panjang.
  • Komplikasi Ginjal karena Diabetes, atau dapat disebut nefropati diabetik. Penyakit gula ini mampu mempengaruhi kinerja filtrasi ginjal dan kemudian menimbulkan peningkatan tekanan darah pada pasien.
  • Hiperparatiroidisme. Kelenjar paratiroid memiliki fungsi regulasi kadar fosfat dan kalsium pada tubuh. Apabila kelenjar mengeluarkan hormon paratiroid berlebihan, maka meningkatkan jumlah kalsium dalam darah. Hal ini kemudian menimbulkan tekanan darah tinggi.
  • Konsumsi Obat atau Suplemen Tertentu, sebagian jenis obat bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi. Maka, perlu adanya konsultasi dengan dokter atau ahli sebelum membeli dan mengonsumsi obat-obatan.

Gejala Hipertensi Sekunder

Adapun gejala dari penyakit hipertensi sekunder adalah sebagai berikut:

  • Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi faktor keturunann atau genetik
  • Terdapat gejala-gejala lain yang diakibatkan oleh penyakit bawaan lainnya (ginjal, jantung, sistem endokrin, pembuluh darah arteri)
  • Resisten pada hipertensi, dimana pasien mengalami tekanan darah sistolik melebihi angka 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg). Dan kondisi ini tidak dapat diatasi menggunakan kombinasi 1 atau 2 obat hipertensi
  • Terjadi serangan tekanan darah tinggi secara tiba-tiba sebelum usia genap 30 tahun atau lebih dari 55 tahun

Pencegahan Penyakit Hipertensi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Antara lain:

  • Melakukan olahraga rutin dan cukup. Misalnya seperti melakukan program 10.000 langkah atau bersepeda selama 2 hingga 3 jam setiap minggu. Bisa juga dengan rutin melakukan olahraga renang.
  • Mengurangi konsumsi minuman berkafein, seperti teh, kopi dan minuman bersoda
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan serta mempertahankan berat badan ideal.
  • Membatasi jumlah garam atau natrium dalam makanan yang dikonsumsi. Setidaknya tidak lebih dari 1 sendok teh per hari.
  • Mengonsumsi makanan berserat dan rendah lemak, misalnya segala jenis buah dan sayuran. Misal citrus, buah bit, pisang, sayur-sayuran hijau, wortel, dan lain sebagainya.
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
  • Menghindari penyebab stres berlebih yang bisa meningkatkan tekanan darah. Bisa juga dengan melakukan meditasi dan yoga untuk membantu menghalau stres berlebih.
  • Meningkatkan intensitas mengonsumsi air putih

Makanan Penurun Hipertensi

Ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengontrol dan mencegah tekanan darah meningkat. Meski tidak menurunkan dengan cepat, makanan-makanan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh pasien hipertensi.

Makanan tersebut antara lain:

a. Sayuran Hijau

Sayuran dengan dominasi warna hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah. Seperti brokoli dan bayam yang memiliki banyak nutrisi – serat, kalsium, potasium, kalium, antioksidan dan magnesium. Sayuran ini dapat dimakan dengan mentah ataupun dimasak terlebih dahulu. Harap perhatikan tata cara memasak sayuran hijau tanpa menghilangkan nutrisi alaminya.

b. Buah Bit

Meski masih asing bagi sebagian orang, buah bit ini dapat membantu menurunkan hipertensi dengan kandungan nitrat. Nitrat adalah suatu senyawa baik yang membantu pelebaran pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian membuktikan jus buah bit mampu membantu penurunan tekanan darah dalam waktu sehari semalam. Untuk mengonsumsi buah bit dapat dipadukan dengan jenis sayuran atau buah-buahan lainnya. Seperti bayam merah, bayam hijau, apel ataupun pisang untuk menambah nutrisi baik dalam minuman.

c. Buah Citrus

Ada beberapa jenis buah citrus yang dapat dikonsumsi oleh pasien tekanan darah tinggi, seperti lemon, jeruk dan jeruk bali. Buah ini kaya akan mineral, vitamin, serta senyawa bioaktif yang bisa menurunkan tekanan darah. Anda dapat menyeduh jahe, lemon dan madu setiap pagi untuk membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Selain itu, seduhan ini juga dapat mencegah penyakit maag dan beberapa jenis penyakit lainnya.

d. Susu Rendah Lemak dan Yoghurt

Susu rendah lemak yang mengandung banyak kalsium dapat membantu pasien hipertensi untuk mengontrol tekanan darah. Anda juga bisa mengonsumsi yoghurt apabila tidak terlalu menyukai rasa dan tekstur susu karena mengandung jumlah kalsium yang sama besarnya. Untuk yoghurt, Anda dapat memilih plain yoghurt ataupun yoghurt dengan rasa buah agar lebih mudah dikonsumsi. Bisa juga dengan memadukan yoghurt dengan granola atau jenis buah-buahan favorit Anda.

e. Wortel

Dalam sayur wortel terdapat kandungan senyawa fenolik yang bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat. Senyawa fenolik ini bisa didapat dari wortel yang mentah maupun sudah dimasak. Konsumsi wortel mentah dipercaya dapat menurunkan tekanan darah lebih cepat.

f. Ikan Salmon

Ikan ini mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Jenis lemak sehat ini bisa membantu menurunkan tekanan darah dengan meminimalisir peradangan pada tubuh dan menurunkan kadar senyawa oxylipin yang bisa mempersempit pembuluh darah.

Obat-Obatan Penurun Hipertensi atau Darah Tinggi: Medis dan Herbal

Dalam mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan obat herbal dan medis. Herbal dapat membantu menjaga dan mengontrol tekanan darah penderita hipertensi agar tetap pada batas normal. Sedangkan obat medis dapat dipergunakan untuk mengatasi hipertensi.

Pengobatan Hipertensi dengan Medis

Penanganan secara medis masih sangat dibutuhkan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dengan waktu yang cepat dan tepat sasaran. Pengobatan tekanan darah tinggi yang terlambat dapat membahayakan pasien dengan memicu munculnya beragam penyakit berbahaya lainnya.

Adapun obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi hipertensi adalah sebagai berikut:

  • Diuretik hemat kalium: spironolactone
  • Diuretik: hydrochlorothiazide
  • Vasodilator: minoxidil
  • ACE inhibitor: ramipril dan captropil
  • Antagonis kalsium: nifedipine dan amlodipine
  • Angiotensin-2 receptor blocker atau ARB: valsartan dan losartan
  • Penghambat Beta: bisoprolol dan atenolol
  • Penghambat renin: aliskiren

Pengobatan Hipertensi dengan Herbal

Merubah gaya hidup berarti merubah konsumsi makanan dengan memperbanyak makanan sehat untuk membantu menjaga tekanan darah diambang normal. Selain menggunakan obat medis, penggunaan herbal juga dapat membantu mengatasi hipertensi atau darah tinggi.

Untuk itu, Uhat Bajakah hadir dengan dua varian produk yang dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah pasien hipertensi.

Produk Uhat Bajakah

Terdapat dua produk dari Uhat Bajakah yang dapat menjadi pilihan obat hipertensi atau darah tinggi, yakni teh serta madu dari sari akar dan kayu tanaman Bajakah. Tanaman ini berasal dari pedalaman Kalimantan Selatan.

Selain dapat membantu menurunkan dan mengontrol tekanan darah, tanaman Bajakah bisa digunakan sebagai obat kanker. Produk dari Uhat Bajakah telah diuji kualitas dan efektivitas produknya melalui uji laboratorium. Jadi, semua produk sangat aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

Anda dapat melakukan pesanan dan melihat produk dari Uhat Bajakah melalui tautan berikut.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi atau darah tinggi, salah satunya dengan obat medis dan obat herbal. Perlu diingat bahwa gaya hidup juga sangat mempengaruhi tekanan darah dari penderita hipertensi.