Tren yang selalu berubah-ubah membawa dampak tersendiri pada kehidupan manusia. Terlebih dalam pola makanan, minuman dan aktivitas sehari-hari. Banyak usia muda yang terserang penyakit berbahaya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan tidak diimbangi dengan konsumsi makanan-minuman sehat, salah satunya penyakit kista.

Kista adalah salah satu penyakit yang cukup mudah ditemui kasusnya. Di Indonesia, angka kasus penyakit kista tercatat sebanyak 23.400 wanita memiliki kista ovarium dan 59,40% atau 13.900 orang diantaranya meninggal dunia. Kista ovarium adalah salah satu jenis dari penyakit kista.

Dengan tingginya angka yang ada, pada artikel kali ini, kami akan membagi sedikit informasi mengenai kista dan pengobatannya. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Penyakit Kista?

Yang dimaksud dengan kista yakni adanya benjolan di bawah kulit penderita. Benjolan ini berisi udara, cairan, atau zat padat seperti rambut. Kista atau benjolan ini bisa tumbuh di seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali. Biasanya, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik atau keturunan, peradangan, ataupun infeksi.

Gejala Penyakit Kista

Penderita penyakit kista seringkali merasa terpinggirkan dalam lingkungan masyarakat, hal ini disbebakan oleh bentuk benjolan yang terkadang mengganggu penampilan. Tumbuh benjolan pada bagian tubuh merupakan gejala utama dari penyakit kista.

Bagian-bagian tubuh yang umumnya terdapat benjolan kista antara lain di telapak tangan, telapak kaki, wajah, kulit kepala, dada, leher, dan punggung. Ukuran dari benjolan ini juga sangat bervariasi, mulai dari kecil hingga besar.

Gejala lain yang dirasakan oleh penderita kista antara lain:

  • Demam atau suhu tubuh meningkat
  • Mual hingga muntah
  • Pusing
  • Terasa kaku atau kesemutan, terlebih di bagian yang ditumbuhi benjolan kista
  • Muncul kemerahan di kulit sekitar benjolan kista
  • Benjolan mengeluarkan darah atau nanah yang berbau tidak sedap
  • Adanya infeksi yang memunculkan rasa nyeri pada benjolan kista

Penyebab Penyakit Kista

Siapapun dapat terserang penyakit kista, tidak terbatas jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kista memiliki beberapa tipe yang disebabkan oleh adanya infeksi, peradangan dan penyumbatan yang terjadi dalam jangka panjang. Kista juga dapat terjadi akibat faktor genetik atau keturunan.

Berikut adalah penjelasan tipe-tipe kista dan penyebabnya:

Kista Ovarium

Tipe penyakit kista yang satu ini adalah yang paling umum terjadi pada perempuan. Kista ovarium adalah sebuah benjolan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium dan berisi cairan. Dalam kasus ini, biasanya tidak ditemukan gejala khusus yang menandakan adanya kista pada ovarium.

Namun, benjolan tersebut dapat berkembang semakin besar hingga menimbulkan rasa nyeri pada bagian paha, panggul, dan punggung bagian bawah penderita. Kista ovarium sangat erat kaitannya dengan siklus menstruasi penderita.

Di sisi lain, terdapat kasus yang jarang terjadi dimana kista ovarium tumbuh disebabkan oleh pertumbuhan sel yang abnormal.

Kista ovarium umumnya tumbuh ketika penderita dalam masa subur atau saat mengalami datang bulan (menstruasi). Penanganan kista tipe ini dapat dilakukan berdasar pada usia penderita dan jenis atau ukuran dari benjolan kista.

Ada beberapa pilhan untuk menangani kista ovarium ini. Salah satu cara adalah dengan pemantauan secara rutin apabila kista berukuran kecil dan tidak memunculkan gejala apapun. Beda penanganan saat kita sudah memasuki ukuran besar, maka dapat dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan pada ovarium ini.

Kista Ovarium Saat Hamil

Benjolan kista ternyata dapat tumbuh ketika penderita sedang mengandung. Hal ini dikarenakan adanya penumpukan cairan pada korpus luteum yang kemudian berkembang menjadi kista korpus luteum. Kista ovarium pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan ultrasound atau USG, yakni saat pemeriksaan kehamilan.

Gejala yang muncul dari kista ovarium saat mengalami kehamilan adalah:

  • Perut kembung
  • Mudah merasa kenyang
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul dan perut
  • Mual hingga muntah
  • Ada rasa nyeri saat berhubungan seksual
  • Intensitas buang air kecil yang tinggi atau sulit buang air kecil

Setelah mengetahui adanya kista ovarium, dokter akan melakukan pemantauan perkembangan benjolan dengan maksud menentukan tindakan medis yang tepat. Hal ini dikarenakan tidak semua kista saat hamil bisa menimbulkan masalah atau resiko komplikasi kehamilan.

Tindakan operasi pengangkatan kista saat kehamilan masih muda sangat beresiko penderita mengalami keguguran. Maka diperlukan pemantauan sebelum menindaklanjuti kista ovarium tersebut.

Kista saat hamil dapat hilang dengan sendirinya saat kehamilan memasuki usia trimester kedua, yakni sekitar 4 hingga 6 bulan. Namun dalam beberapa kasus, benjolan dapat terus tumbuh dan membuat rasa nyeri yang mengganggu.

Jika kista ovarium yang pecah dan terpuntir beresiko mengganggu kehamilan dan indung telur, dokter akan mengambil tindakan pengeluaran kista dengan prosedur laparoskopi dan tidak berpaku pada usia kandungan tertentu.

Di sisi lain, jika usia kehamilan penderita sudah cukup besar dan perkembangan janin sudah sempurna, umumnya dokter akan memberi saran tindakan operasi caesar yang juga dimaksudkan untuk mengangkat kista ovarium.

Jerawat Kista

Sesuai dengan namanya, jerawat kista adalah tipe jerawat yang muncul akibat kombinasi minyak, bakteri dan sel kulit kering yang terjebak dalam pori-pori kulit. Tipe ini biasanya memiliki benjolan dengan ukuran besar mirip bisul. Jerawat kista berisi nanah dan sakit saat disentuh.

Tipe kista ini mungkin terjadi pada semua orang tanpa terkecuali. Namun, lebih umum terjadi oleh orang dengan tipe kulit berminyak dengan adanya ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Jerawat kista dapat muncul di wajah, belakang telinga, dada, leher, bahu, lengan hingga punggung.

Kista Baker

Kista baker atau dengan nama lain kista popliteal umumnya muncul di belakang lutut dengan berisi cairan. Sama seperti tipe kista lainnya, benjolan pada kista baker akan terasa sakit saat tungkai ditekuk atau diluruskan. Hal ini menyebabkan keterbatasan pergerakan pada penderita.

Tipe kista ini muncul karena adanya penumpukan cairan sendi atau sinovial pada bagian belakang lutut. Cedera lutut dan peradangan sendi lutut dapat memicu penumpukan cairan sendi tersebut.

Kista Ganglion

Tipe kista selanjutnya adalah ganglion. Tipe ini memunculkan benjolan dengan isi cairan pada sepanjang jaringan tendon – jaringan penghubung otot dengan tulang, serta persendian. Kista tipe ganglion biasanya muncul pada area lengan dan pergelangan tangan. Namun, bisa juga muncul di sekitaran kaki dan pergelangan kaki.

Penyakit kista ganglion ini disebabkan oleh adanya penumpukan cairan yang disebabkan cedera pada tendon atau persendian, dan osteoarthritis. Namun, banyak kasus kista ganglion yang belum diketahui dengan jelas mengapa terjadi penumpukan cairan di bagian tersebut.

Kista Payudara

Yang dimaksud dengan kista payudara yakni adanya benjolan berisi cairan yang umumnya memiliki bentuk bulat ataupun lonjong. Pada wanita, kista ini dapat muncul satu atau lebih, di satu atau pada kedua payudara.

Benjolan pada kista payudara memiliki tekstur lunak, namun ditemukan juga yang berbentuk padat saat diraba. Tipe ini dapat muncul akibat adanya penumpukan cairan pada bagian dalam kelenjar payudara.

Kista Celah Brankial

Kista celah brankial merupakan salah satu penyakit bawaan lahir dengan tanda munculnya benjolan di salah satu atau kedua sisi leher anak. Benjolan kista celah brankial juga muncul pada bagian bawah tulang selangka. Umumnya, benjolan akan terlihat di minggu kelima perkembangan janin. Tipe ini dapat muncul saat jaringan yang berfungsi membentuk leher dan tenggorokan tidak dapat berkembang dengan normal. Hal itulah yang membuat celah di salah satu atau kedua sisi leher anak.

Kista Aterom

Tipe kista aterom atau dengan nama lain kista sebaseus merupakan suatu benjolan dengan isi cairan yang muncul di permukaan wajah, leher, punggung hingga dada. Benjolan ini dapat tumbuh perlahan dan sifatnya jinak. Namun pada beberapa kasus, benjolan dapat memunculkan rasa sakit dan nyeri ketika ukurannya membesar.

Tipe ini muncul akibat adanya penyumbatan di kelenjar minyak atau pada saluran pengeluaran minyak dari dalam tubuh (duktus). Benjolan juga bisa muncul karena kerusakan sel saat operasi, atau penyakit yang sifatnya menurun atau faktor genetik seperti sindrom Gardner.

Kalazion

Kista kalazion adalah kista dengan benjolan pada kelopak mata. Tipe ini dapat muncul di bagian kelopak mata atas, bawah ataupun pada kedua bagian. Kista kalazion juga bisa muncul di salah satu atau kedua mata.

Tipe kalazion muncul akibat adanya penyumbatan di kelenjar minyak kelopak mata atau kelenjar meibom. Apabila ada infeksi, kista kalazion dapat membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam beberapa kasus, kista tipe ini bisa berdampak pada gangguan penglihatan penderita.

Kista Epidermoid

Kista epidermoid muncul ditandai dengan adanya benjolan berukuran kecil, tekstur keras, warna kuning kecokelatan serta berisi cairan kental dengan bau menyengat. Benjolan kista epidermoid muncul di bagian bawah kulit secara perlahan dan sifatnya jinak.

Kista ini juga dapat tumbuh di bagian wajah, kepala, leher, punggung hingga area kelamin penderita. Tipe ini dapat muncul akibat penumpukan keratin – protein yang membentuk rambut, kuku dan kulit. Apabila terdapat infeksi, kista berubah menjadi merah, membengkak dan terasa sakit.

Kista Pilonidal

Kista ini merupakan bentuk benjolan yang muncul di bagian atas belahan pantat. Biasanya, benjolan berisi rambut dan kotoran yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri. Apabila terdapat infeksi, benjolan kista pilonidal bisa mengeluarkan darah dan nanah yang berbau menyengat.

Kista pilonidal muncul dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti. Dugaan yang muncul adalah kista terjadi dikarenakan munculnya rambut di area belahan pantat yang menembus kulit. Sistem kekebalan tubuh akan mendeteksi rambut sebagai benda asing dan kemudian memicu munculnya kista.

Kista Pilar

Penyakit kista pilar atau dengan nama lain kista trikilemal disebabkan oleh adanya tumpukan keratin pada bagian folikel rambut. Benjolan ini biasanya berbentuk bundar, padat saat diraba, dan memiliki warna menyerupai warna kulit penderita. Kista tipe ini dapat muncul di seluruh bagian tubuh, terutama pada kulit kepala.

Mucocele

Yang dimaksud dengan mucocele adalah benjolan dengan isi cairan yang muncul di sekitar mulut atau bibir. Biasanya, benjolan muncul di bagian bawah bibir. Namun bisa juga muncul di bagian manapun di dalam mulut.

Penyakit kista mucocele disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar saliva atau ludah oleh lendir. Meski kista ini tidak memunculkan rasa sakit atau nyeri, namun kista dapat menjadi permanen apabila tidak segera ditangani oleh dokter atau ahli.

Diagnosis Penyakit Kista

Umumnya, dokter dapat mendiagnosis adanya kista dari pemeriksaan fisik melalui benjolan yang muncul pada pasien. Namun, perlu adanya beberapa pemeriksaan lanjutan sebagai langkah yang tepat untuk memastikan. Antara lain:

a. Uji Pencitraan

Disini, dokter dapat memeriksa menggunakan MRI, USG ataupun CT Scan saat benjolan tidak dapat terlihat langsung. Misalnya pada kista ovarium. Uji Pencitraan memiliki fungsi untuk melihat isi dari benjolan serta memastikan apakah benjolan tersebut membawa sifat kanker atau tidak.

b. Biopsi

Tindakan biopsi adalah pengambilan sampel pada jaringan kista yang kemudian diteliti lebih lanjut di laboratorium. Tindakan ini membantu dokter dalam penentuan apa kista yang ada bersifat kanker atau tidak.

Pengobatan Penyakit Kista

Sejatinya, penyakit kista dapat menghilang dengan sendirinya tanpa obat. Dapat dilakukan pengompresan air hangat untuk memperkecil kista. Ada baiknya benjolan tidak dipecahkan karena dapat menimbulkan infeksi.

Apabila kista tidak kunjung hilang, harap melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan medis. Adapun beberapa metode yang dilakukan untuk menghilangkan kista oleh dokter adalah:

  • Menusuk benjolan dengan jarum serta melakukan tindakan penyedotan (aspirasi) cairan
  • Mengangkat kista dengan tindakan operasi apabila penyedotan tidak membuahkan hasil
  • Memberi suntikan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan kista

Tindakan Pencegahan Penyakit Kista

Penyakit kista sejatinya tidak dapat dicegah kemunculannya, hal ini disebabkan oleh tidak adanya perkiraan apakah terjadi penumpukan cairan dalam tubuh atau tidak sebagai penyebab utama kista. Namun ada beberapa jenis kista yang dapat dicegah pertumbuhannya.

Contohnya, dapat dilakukan konsumsi pil KB pada wanita untuk mencegah adanya kista baru di dalam ovarium. Tipe pilonidal dapat dicegah dengan cara menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik, bersih, dan tidak duduk terlalu lama.

Sedangkan untuk kista tipe kalazion, dapat dicegah dengan upaya membersihkan kelopak mata dengan bantuan pembersi yang sifatnya lembut untuk kulit kelopak mata.

Pencegahan lainnya yakni dengan gaya hidup sehat. Memiliki pola makan yang teratur, rutin berolahraga dan beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan dan minuman sehat dengan gizi seimbang, serta tidur yang cukup adalah beberapa bentuk gaya hidup sehat.

Anda juga dapat mengonsumsi vitamin atau suplemen yang berfungsi merawat dan menjaga imunitas serta kesehatan tubuh. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, memperkuat imunitas sangatlah penting.

Vitamin atau suplemen ini dapat menggunakan dua jenis yang berbeda. Yakni vitamin atau suplemen konvensional yang sifatnya medis, atau dengan ramuan herbal yang menggunakan khasiat tanaman sebagai bahan baku utama.

Untuk itu, Uhat Bajakah mengeluarkan dua produk herbal dengan tinggi khasiat. Yakni teh dan madu Uhat Bajakah.

Sesuai dengan namanya, produk-produk ini mengambil khasiat tanaman Bajakah sebagai bahan baku utamanya. Selain kista, produk Uhat Bajakah juga dapat membantu menyembuhkan kanker, liver, tumor, ambeien hingga keputihan.

Anda dapat mencari tahu lebih dalam mengenai produk Uhat Bajakah pada tautan berikut.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan konsultasi kesehatan gratis dengan ahli di tautan berikut.