Budidaya Tumbuhan Bajakah, Apakah Bisa Dilakukan? Kayu yang berasal dari Kalimantan ini memilki banyak sekali manfaat dan khasiat untuk badan manusia. Tidak hanya itu, dapat dibilang tumbuhan ini bisa dibilang sangat jarang. Serta nyatanya harga kayu bajakah ini terbilang lumayan mahal.

Akhir-akhir ini, banyak sekali netizen yang membicarakan tentang manfaat yang dipunyai oleh kayu ini. Ada yang bilang, manfaat dari kayu ini yaitu buat mencegah serta melindungi diri dari terserang COVID- 19.

Dan ada pula yang berkomentar lain tentang perihal ini. Pastinya khasiat ataupun manfaat dari kayu ini sangat banyak sekali. Serta pula bisa digunakan buat mencegah dan juga mengobati daripada bermacam penyakit.

Ada banyak sekali identitas yang dapat Kamu yakinkan ataupun yakini bila Kamu mendapatkan kayu yang satu ini di daerah Kalimantan. Identitas ini cuma bisa Kamu temukan bila Kamu berangkat ke sini serta mendapatkan tipe tumbuhan ini.

Kayu dari tumbuhan ini banyak dicari sebab khasiatnya yang banyak. Serta di masa-masa pandemi semacam ini, kebutuhan akan kayu ini bertambah tajam. Sehabis dikenal banyak khasiatnya, maka kayu ini juga banyak diburu.

Tetapi butuh diingat bila kayu ini tidak cuma dapat mengobati dan mencegah dari terserang Virus Covid-19. Bisa jadi itu merupakan salah satunya, tetapi ada lebih banyak benefit yang bisa kamu miliki bila Kamu meminum racikan spesial dari kayu tumbuhan ini.

Ciri-Ciri Kayu Bajakah Asli

Untuk lebih membenarkan apakah kayu tersebut asli ataupun tidak, nyatanya Kamu membutuhkan seorang pakar dibidangnya buat mengenali apakah kayunya asli maupun tidak. Sebab bila tidak cocok maka nyatanya pembeli akan kecewa.

Kemudian apa saja ciri kayu yang asli? Berikut merupakan penjelasannya:

  • Kulit batang ataupun luarnya gampang buat dilepas ataupun dilepaskan.
  • Batang pohonnya mempunyai banyak pori.
  • Jika direbus maka akan keluar warna kuning.
  • Dan yang terakhir yaitu keluarnya cairan bening bila kayu yang dipotong masih basah serta pula masih muda.
  • Sedangkan bila yang keluar cairan bercorak putih, maka berhati-hatilah bila Kamu mendapatkan cairan putih keluar dari kayu tersebut, maka bisa ditentukan kalau kayu itu beracun.

Dari sebagian identitas yang diarahkan, maka Kamu bisa memilih serta pula mempelajari mana kayu yang aman serta pula mana kayu yang memiliki toksin. Karena bila Kamu asal dalam memilih kayu ini, maka tidaklah kesehatan yang Kamu miliki.

Melainkan Kamu cuma memperoleh kesengsaraan. Oleh sebab itu Kamu wajib sangat cermat dalam memilih tipe kayu yang satu ini. Sebab tujuan utama Kamu mencari kayu ini yaitu untuk kesehatan serta kesembuhan.

Sebaliknya bila Kamu cuma memperoleh penyakit baru akibat keracunan kayu ini, maka itu tidaklah suatu yang Kamu mau nyatanya. Serta oleh sebab itu pula Kamu wajib betul-betul cermat dalam memilih.

Tetapi untungnya bila Kamu betul-betul menginginkan kayu ini selaku penyembuhan maupun pemulihan, maka Kamu sangat bisa membelinya lewat online. Serta Kamu pula tidak butuh jauh-jauh berangkat ke Kalimantan untuk bisa mendapatkannya.

Tidak hanya itu kayu ini pula telah dipakai oleh suku dayak semenjak lama selaku penyembuhan bila ada yang terserang penyakit. Serta perihal itu diperkuat dengan riset dari para ahli di bidangnya, serta memang telah teruji benar adanya manfaat dari kayu ini.

Mengenal Kayu Bajakah

Orang-orang dayak semenjak dahulu senantiasa memakai kayu ini selaku penyembuhan. Karena meman obat- obatan semacam ini tidak memiliki efek samping serta pula sangat aman untuk badan meski disantap tiap hari.

Budidaya Tumbuhan Bajakah, Belum lama ini tumbuhan bajakah lagi ramai diperbincangkan. Hal ini terjadi sehabis 3 siswa SMAN 2 Palangkaraya sukses memperoleh medali emas atas karya ilmiah mereka yang bertajuk “Bajakah Tunggal, The Cancer Medicine from Nature” dalam ajang World Invention Creativity Olympic( WICO) 2019.

Dari hasil riset mereka, dikenal kalau tumbuhan bajakah memiliki senyawa-senyawa fitonutrien yang bisa mematikan sel-sel kanker. Tidak lama berselang, obat tradisional khas Dayak Ngaju itu juga ramai diperjualbelikan di toko-toko herbal di Palangkaraya ataupun secara daring.

Peredaran tumbuhan bajakah inipun bertambah tajam. Biayanya melonjak, per kilo ataupun per batangnya dibanderol ratusan ribu rupiah. Saat sebelum mengenali apa bisa tumbuhan bajakah ini di budidayakan, ayo ikuti uraian berikut:

Jenis-Jenis Tumbuhan Bajakah

Dengan viralnya tumbuhan bajakah selaku obat jitu penyembuh kanker, banyak pihak berbondong-bondong mencari serta menjual bajakah. Sementara itu, tidak seluruh tipe tumbuhan bajakah bisa digunakan selaku obat tradisional penyembuh kanker. Berikut merupakan sebagian tipe tumbuhan bajakah yang ditemui di hutan Kalimantan:

Bajakah Tampala

Tipe tumbuhan bajakah ini yang lagi dipercaya selaku obat kanker. Lewat batangnya yang memiliki senyawa fenolik, flavonoid, tannin serta saponin sanggup mempercepat proses pengobatan cedera.

Bajakah Lamei

Tipe Bajakah Lamei ini banyak memiliki air, tidak heran bila warga Kalimantan Tengah banyak yang meminum secara langsung carian yang terdapat di akarnya. Dilansir dari lama Institut Pertanian Bogor (IPB), tipe tumbuhan bajakah lamei ini ialah tumbuhan hutan tropis yang berkembang dengan cara merambat.

Bajakah Kalalawit

Bajakah tipe Kalalwit ini memiliki isi phenol serta antibacterial. Tidak hanya itu pula dalam ekstrak gambir ada isi katekin yang lumayan besar. Kandungan ini yang dipecaya buat menghindari penyakit jantung, menurunkan berat badan sampai menolong buat pembuatan kolagen.

Tidak hanya bajakah dengan manfaat buat kesehatan semacam yang disebutkan di atas, ada pula tumbuhan bajakah yang sangat beracun yang getahnya digunakan buat mengolesi ujung mata sumpit (senjata tradisional) oleh warga Dayak.

Tidak hanya itu, ada pula bajakah yang racunnya digunakan buat membuat ikan lemas, digunakan selaku sabun mandi. Serta ada pula bajakah yang dipercaya bisa digunakan buat mengusir makhluk halus.

Asal Usul Tumbuhan Bajakah

Bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju maksudnya “akar-akaran” dalam bahasa Dayak Maanyan di sebut “wakai”, ialah ratusan spesies tanaman pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama “bajakah” bukan spesies tetapi nama sekelompok pangkal akaran. Pemanfaatan bajakah buat obat kanker telah dilakukan oleh warga Dayak Ngaju semenjak ratusan tahun silam.

Pangkal tumbuhan bajakah memiliki 40 macam zat penyembuh kanker. Zat tersebut antara lain merupakan saponin, denolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, serta terpenoid. Senyawa tannin ataupun plafonoid berfungsi dengan cara membebaskan senyawa hidroksil dimana akan berikatan dengan senyawa kanker, sehingga bisa membatasi perkembangan kanker.

Ekstrak pangkal bajakah inilah yang bisa membatasi serta mengobati penyakit tumor serta kanker. Buat mencernanya jadi obat penyembuh kanker, terlebih dulu batang bajakah yang sudah dipotong dijemur dengan cahaya matahari langsung.

Setelah itu, cincang ataupun cacah tumbuhan yang sudah kering. Kemudian, tumbuk sampai jadi bubuk serta direbus. Bubuk bajakah direbus sepanjang 30 menit serta hasil rebusan tersebut diminum selaku pengganti air minum tiap hari.

Rasanya memang sedikit hambar berbeda dengan bila langsung meminum tetesan air dari bajakah yang sudah dipotong. Konsumsi rebusan bajakah wajib teratur supaya memperoleh khasiat yang optimal. Bagi kamu yang juga berkeinginan merasakan khasiat kayu bajakah ini maka bisa mencoba Teh Uhat Bajakah dan Madu Uhat Bajakah

Bagi warga Dayak setempat, semenjak dulu terdapat pantangan dalam konsumsi air rebusan bajakah. Ialah dilarang konsumsi cabe serta lada dalam wujud apapun.

Sehabis sembuh dari sakit yang dialami, terdapat pantangan spesial ialah tidak boleh konsumsi santapan olahan yang berpengawet. Umumnya cuma dianjurkan makan sayur, jamur serta juhu ikan sungai fresh. Setelah itu yang terakhir ialah dilarang makan santapan hangus ataupun berkerak.

Sampai saat ini belum banyak riset yang dilakukan terhadap tumbuhan bajakah. Perihal tersebut membuat warga sekitar menyangka manfaat yang ditimbulkan dari obat tradisional berbahan bajakah berasal dari hal-hal berbau mistis.

Habitat Tumbuhan Kayu Bajakah

Tumbuhan ini berkembang di lahan gambut pedalaman Kalimantan serta mempunyai wujud batang bersulur. Sepintas, tumbuhan bajakah nyaris mirip dengan tanaman yang lain yang terletak di hutan Kalimantan. Secara kasat mata tidak ada yang istimewa sehingga memerlukan kejelian dalam mencarinya.

Bajakah berkembang dengan cara merambat walaupun batangnya lumayan kokoh. Tumbuhan asal Kalimantan ini bisa berkembang merambat menggapai ketinggian 5 m ke puncak tumbuhan lain yang dirambatinya. Pangkal bajakah menghujam di dasar aliran air lahan gambut. Tumbuhan bajakah cuma hidup di posisi lebat di mana cahaya matahari tertutup rimbunnya hutan.

Dengan maraknya pemberitaan seputar tumbuhan bajakah, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi terhadap tumbuhan tersebut. Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono takut, perdagangannya yang terus menjadi besar membuat eksploitasi pangkal bajakah meningkat besar.

Perihal itu pasti berakibat kurang baik terhadap lingkungan. “Suatu yang diambil secara besar-besaran pasti akan berakibat terhadap lingkungan, sebab keberadaannya tidak lestari lagi,”

Untyk utu, saat sebelum eksploitasi tumbuhan bajakah tidak terkontrol, ia berharap segala pihak terpaut cepat mengantisipasinya.“ Wajib ada ketentuan buat mengambil tumbuhan bajakah. Sehingga orang tidak dapat sembarangan bila mau mengambilnya di hutan,”

Salah satu ketentuan yang dapat diterapkan buat melindungi pangkal obat baginya yakni, wajib ada batas serta prasyarat dalam mengambil pangkal bajakah. “Ketentuan itu dapat dalam wujud peraturan desa ataupun mengoptimalkan hukum adat,” ucapnya. Kisworo pula memberikan masukan, supaya terdapat upaya budidaya tumbuhan bajakah sehingga obat herbal di hutan tipe akar-akaran senantiasa lestari.

Tidak Dapat Sembarangan Buat Budidaya Tumbuhan Bajakah

Tumbuhan bajakah memang mempunyai khasiat yang luar biasa. Tetapi sayang, tumbuhan tersebut sangat susah buat dibudidayakan. Tumbuhan bajakah susah berkembang ataupun dikembangbiakkan di tempat yang bukan habitat aslinya. Tidak hanya itu, manfaat dari tumbuhan bajakah pula menurun apabila telah dipindahkan ke posisi pertanaman lain.

Populasi tumbuhan bajakah diprediksi tidak banyak, cuma terletak di lokasi-lokasi tertentu saja. Membenarkan jumlah populasi tumbuhan bajakah di habitatnya ialah perihal penting yang wajib dilakukan selaku tindak lanjut awal dari riset swputar manfaat bajakah selaku obat kanker tersebut.

Bila memang tumbuhan bajakah jumlahnya sedikit, maka tumbuhan tersebut wajib dilindungi. Umumnya, tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat akan dicari oleh banyak orang, baik itu warga ataupun periset yang tertarik.

Tidak hanya melindungi populasi tumbuhan bajakah yang saat ini jumlahnya tidak banyak, periset serta pemerintah bisa pula melaksanakan riset lebih lanjut seputar budidaya tumbuhan bajakah. Bisa jadi sehabis dikerjakannya riset, tumbuhan bajakah dapat diperbanyak secara kultur jaringan. Tata cara kultur jaringan ini membolehkan tumbuhan bajakah bisa bebas dari kepunahan sebab tumbuhan bajakah bisa diperbanyak.