Benjolan di Ketiak, Kenali Secara Lengkap! Mendapatkan benjolan di ketiak bisa jadi dapat membuat kamu takut. Alasannya, pergantian pada badan seperti timbulnya tonjolan memang dapat jadi tanda-tanda terdapatnya kondisi kesehatan tertentu.

Tidak perlu takut, tonjolan di ketiak merupakan perihal yang sangat biasa serta umumnya diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening ataupun kelenjar di bawah ketiak. Tetapi, terdapat banyak pemicu lain dari tonjolan di ketiak, sebagian di antaranya bisa jadi membutuhkan penindakan.

Ketiak merupakan salah satu bagian badan yang tidak sering dicermati, tetapi mempunyai banyak permasalahan kesehatan. Salah satunya merupakan benjolan. Pemicu benjolan di ketiak ialah peradangan kuman ataupun virus, limfoma, sampai perkembangan sel kanker. Terdapat banyak pemicu di balik tonjolan di ketiak

Benjolan di ketiak bisa mengindikasikan sesuatu keadaan yang berbahaya maupun tidak. Biasanya, perempuan yang sangat rentan mengalami keadaan ini.

Pemicu tonjolan di ketiak juga banyak, tidak cuma satu ataupun 2 saja. Buat menanggulangi permasalahan tersebut, Kamu butuh mengenali terlebih dulu aspek penyebabnya.

Penyebab Benjolan di Ketiak

Tonjolan di ketiak umumnya timbul akibat pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Perlu diketahui kalau terdapat lebih dari 20 kelenjar getah bening yang terdapat di ketiak. Tonjolan tersebut terjadi akibat perkembangan jaringan yang abnormal.

Tonjolan bisa berukuran kecil ataupun besar. Sebagian tonjolan bisa menunjukkan permasalahan yang sungguh-sungguh serta sebagian lain bisa jadi tidak. Berikut merupakan uraian di balik bermacam penyebab tonjolan di ketiak:

Peradangan kuman ataupun virus

Tonjolan di ketiak bisa diakibatkan oleh peradangan kuman ataupun virus. Saat Kamu mencabut ataupun mencukur bulu ketiak, kuman bisa masuk ke folikel rambut ketiak sampai menumpuk bersama kulit mati. Sehingga memunculkan tonjolan kecil di ketiak berbentuk bisul yang bisa jadi berisi nanah.

Tidak hanya itu, peradangan virus, semacam herpes zoster, cacar air, mononukleosis, serta HIV pula sanggup menimbulkan tonjolan di ketiak.

Lipoma

Tonjolan di ketiak pula bisa diakibatkan oleh lipoma. Lipoma merupakan perkembangan jaringan lemak yang tumbuh di bawah kulit. Jaringan ini umumnya bersifat jinak. Semua rentang umur rentan untuk hadapi keadaan ini. Tetapi, penyebabnya belum dikenal secara pasti.

Fibroadenoma

Fibroadenoma ialah tumor payudara jinak yang umumnya bersifat nonkanker. Tumor ini bisa menimbulkan timbulnya tonjolan di buah dada ataupun dekat ketiak. Tonjolan fibroadenoma mempunyai ukuran yang bermacam-macam, tidak terasa sakit, serta bisa bergerak dengan gampang.

Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa dapat menimbulkan timbulnya tonjolan kemerahan di ketiak. Kamu berisiko buat hadapi keadaan ini apabila terjadi penyumbat folikel rambut ketiak yang terjadi dalam waktu yang panjang. Bersamaan waktu, hidradenitis suppurativa bisa berganti jadi abses (kantung nanah), serta jaringan parut.

Respon alergi

Respon alergi terhadap penisilin ataupun yodium pula memunculkan tonjolan di ketiak. Bila Kamu mempunyai resiko buat hadapi alergi terhadap obat ataupun makanan tertentu, hendaknya berkonsultasilah pada dokter saat sebelum konsumsi supaya bebas dari alergi.

Respon negatif terhadap vaksinasi

Benjolan di ketiak bisa saja timbul akibat respon negatif terhadap vaksinasi. Seperti vaksin cacar, tipes, dan MMR (campak, gondong, serta rubella). Apabila sehabis melaksanakan vaksinasi mencuat respon negatif, cepat memeriksakan diri Kamu ke dokter.

Peradangan jamur

Peradangan jamur dapat merangsang perkembangan tonjolan di ketiak. Jamur bisa berkembang dengan baik pada kulit yang hangat serta lembap sehingga senang menempati ketiak. Tonjolan yang diakibatkan oleh peradangan jamur terjadi kala kulit ketiak teriritasi..

Kanker payudara

Ada kemungkinan Kamu untuk bisa menghadapi tonjolan yang ada di ketiak ini diakibatkan oleh kanker payudara. Kanker ini yang sudah menyebar banyak ke kelenjar getah bening yang ada di sekitar ketiak.

Keadaan ini umumnya diiringi pula dengan pembengkakan serta rasa sakit. Kanker payudara ialah keadaan yang sangat menakutkan jadi wajib cepat mendatangi dokter.

Limfoma

Limfoma merupakan kanker pada sistem limfatik ataupun getah bening. Cairan getah bening memiliki sel darah putih yang memainkan kedudukan penting dalam sistem imunitas badan. Limfoma umumnya mempengaruhi tipe sel darah putih yang disebut dengan limfosit.

Sel darah tersebut berperan buat menolong melawan penyakit dalam badan. Limfoma sanggup menimbulkan timbulnya benjolan di ketiak maupun anggota badan yang lain.

Permasalahan hormon

Permasalahan hormon bisa jadi salah satu pemicu timbulnya tonjolan ketiak. Pada sebagian orang, pembengkakan di ketiak dipicu oleh penciptaan hormon tiroid yang berlebihan.

Leukemia

Leukemia kadangkala menimbulkan pembengkakan serta merangsang kemunculan benjolan di kelenjar getah bening, paling utama ketiak serta leher. Secara umuk, leukemia mengacu pada kanker sel darah putih.

Sel darah putih melindungi badan dari kuman, virus, jamur, sel-sel abnormal, serta zat asing yang lain. Sebagian besar sel darah putih dibuat di sumsum tulang, tetapi bisa pula di kelenjar getah bening.

Lupus

Lupus ialah penyakit autoimun, di mana sistem imunitas badan jadi hiperaktif serta menyerang jaringan yang normal. Penyakit ini dapat memunculkan peradangan, pembengkakan, serta kerusakan pada kulit, ginjal, darah, jantung, dan paru- paru.

Terbentuknya pembengkakan pada kelenjar getah bening bisa membuat timbulnya benjolan di ketiak.

Penyebab Benjolan di Ketiak pada Wanita

Tonjolan di ketiak dapat mengindikasikan kanker payudara. Penyakit tersebut dapat dirasakan baik oleh perempuan ataupun laki-laki, tetapi lebih sering pada perempuan. Oleh sebab itu, perempuan butuh melaksanakan pengecekan payudara sendiri tiap bulan serta memberitahu benjolan payudara ke dokter lekas.

Tetapi, payudara hadapi pergantian hormonal sepanjang siklus haid serta bisa jadi cenderung terasa lebih lembut ataupun menggumpal sepanjang periode ini. Ini merupakan hal yang betul-betul wajar. Untuk hasil yang sangat akurat, jalani pengecekan payudara sendiri sekitar 1- 3 hari sehabis haid berakhir.

Pemicu potensial lain dari tonjolan ketiak pada perempuan, yang pula cenderung terjadi di sekitar wilayah payudara serta selangkangan, merupakan hidradenitis suppurativa.

Keadaan kronis ini terjadi sebab terdapat penyumbatan serta peradangan di sekitar kelenjar apokrin dari folikel rambut di kulit. Biasanya, hidradenitis suppurativa menimbulkan tonjolan semacam bisul yang menyakitkan yang berisi nanah, bocor, serta bisa jadi terinfeksi.

Cara Melenyapkan Tonjolan di Ketiak

Berbicara seputar berbahayakah tonjolan di ketiak, bergantung pada keadaan benjolannya. Bila tonjolan di ketiak mempunyai ukuran yang sama (tidak semakin besar).

Serta senantiasa di tempat yang sama, maka tonjolan tersebut umumnya bukanlah beresiko. Tonjolan yang berbahaya mempunyai ukuran yang semakin  besar ataupun menciptakan tonjolan lain.

Tonjolan yang berbahaya, seperti kanker, umumnya terasa keras. Sedangkan, tonjolan yang tidak berbahaya terasa lunak serta gampang digerakkan.

Tetapi, untuk membenarkan bahaya ataupun tidaknya benjola  di ketiak, pasti Kamu wajib senantiasa hati-hati serta memeriksakannya ke dokter. Dokter akan melaksanakan penaksiran buat memastikan pemicu, serta perawatan yang bisa dilakukan buat melenyapkan tonjolan tersebut.

Bila tonjolan tidak membutuhkan perawatan khusus, maka dokter akan memantaunya serta meminta Kamu buat memberi tahu perubahan yang terjadi. Tidak hanya itu, dokter pula akan merekomendasikan penyembuhan rumahan yang bisa Kamu jalani. Di antaranya mengompres dengan air hangat secara teratur, memakai krim spesial, dan juga konsumsi obat pereda perih, misalnya ibuprofen.

Antibiotik pula bisa jadi dibutuhkan buat menanggulangi peradangan. Tonjolan umumnya akan mengecil ataupun menurun. Bila tidak kunjung lenyap ataupun semakin memburuk, maka akan dilakukan prosedur pembedahan.

Sedangkan untuk permasalahan kanker, dibutuhkan perawatan khusus dalam penyembuhannya. Seperti chemotherapy ataupun pengobatan radiasi.

Membedakan Ciri Benjolan di Ketiak yang Berbahaya dan yang Tidak Berbahaya

Memang tiap tonjolan yang ditemui pada badan, termasuk ketiak, bisa membuat kamu waswas. Untungnya, tidak semua tonjolan di ketiak berbahaya. Lalu, kapan harus takut? Coba jawab beberapa persoalan ini:

Apakah tonjolan dirasakan lebih dari 2 minggu?

Dari Itu Apakah tonjolan semakin besar?

Apakah kamu mengalami penyusutan berat badan tanpa sebab yang jelas?

Untuk hal ini Apakah kamu hadapi indikasi yang lain yang tidak biasa?

Apakah tonjolan datang lagi sehabis dihilangkan?

Bila kamu menanggapi ya untuk semua persoalan di atas, hendaknya memeriksakan diri ke dokter.

Perlu pula dikenal kalau tonjolan yang keras, tidak dapat digerakkan, dan permukaannya tidak rata. Serta berkembang dengan cepat umumnya merupakan tonjolan berbahaya (tumor ganas). Apabila mendapatkan tonjolan dengan ciri seperti itu, jangan buang waktu untuk periksakan diri ke dokter.

Tonjolan yang telah ada semenjak lahir biasanya tidak berbahaya misalnya hemangioma. Tonjolan ini akan mengecil dengan sendirinya bersamaan usia meningkat.

Penaksiran Untuk Tonjolan di Ketiak

Saat memeriksakan diri ke dokter, dokter akan bertanya seputar tonjolan yang dirasakan serta menanyakan indikasi yang dialami. Setelah itu, dokter akan mengecek tonjolan untuk mengenali konsistensi serta teksturnya. Mengecek kelenjar getah bening apabila dibutuhkan.

Tidak hanya itu, dokter bisa jadi memintamu untuk terus memantau tonjolan di ketiak dari waktu ke waktu. Kadang-kadang, dokter akan meminta uji tambahan buat mengeliminasi penyebab tonjolan di ketiak lain, seperti :

Uji alergi

Uji darah lengkap yang mengukur jumlah sel darah merah serta putih

Biopsi menghasilkan sepotong kecil jaringan dari tonjolan buat pengujian laboratorium

Mammogram

Tonjolan yang tidak berbahaya bisa jadi tidak membutuhkan tindakan lebih lanjut. Tetapi, untuk tonjolan di ketiak yang mengusik ataupun berbahaya, tentu membutuhkan beberapa bentuk penyembuhan.

Perawatan Umum Untuk Benjolan

Kebanyakan permasalahan benjolan di ketiak umumnya tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Dokter juga umumnya cuma memintamu buat memantau tonjolan tersebut. Nanti baru ditangani bila telah menampilkan watak abnormal. Penyembuhan rumahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Kompres air hangat
  • Krim bebas
  • Obat pereda nyeri
  • Apabila tonjolan di ketiak timbul sebab alergi, maka cuma perlu membasmi senyawa alergen dengan antihistamin. Bila sebab peradangan kuman, maka dengan antibiotik. Tonjolan ketiak yang diakibatkan oleh kedua aspek tersebut umumnya gampang diatasi.
  • Bila tonjolan di ketiak diakibatkan oleh kista ataupun lipoma, maka prosedur penaikan simpel bisa dicoba.
  • Akan tetapi, tonjolan di ketiak juga bisa jadi gejala kendala kesehatan yang beresiko seperti tumor serta kanker. Bila mencapai sesi tersebut, maka dokter wajib memikirkan penyembuhan kanker.
  • Opsi penyembuhan tonjolan sebab kanker juga senada dengan penyembuhan kanker umum yang lain. Semacam yang dipaparkan tadinya, sebagian opsi penyembuhan kanker buat tonjolan di ketiak merupakan:
  • Operasi
  • Pengobatan radiasi
  • Kemoterapi

Dalam hal ini juga terdapat alternatif pengobatan herbal yang bisa kamu lakukan seperti menggunakan produk dari Uhat Bajakah. Produk berupa Teh Uhat Bajakah dan Madu Uhat Bajakah dipercaya sangat ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit salah satunya benjolan di ketiak.