Benjolan di belakang telinga yang seringkali Kamu alami bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Keadaan tersebut bisa jadi disebabkan oleh perihal sepele, namun dapat pula beresiko. Ikuti uraian lengkapnya berikut ini.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Pada mayoritas permasalahan, tonjolan di bagian belakang telinga tidak berbahaya serta gampang buat dipulihkan. Tetapi, keadaan ini dapat menunjukkan permasalahan yang lebih sungguh-sungguh.

Ayo kupas satu per satu apa yang jadi pemicu timbulnya tonjolan di bagian belakang telinga

Infeksi

Beberapa macam infeksi kuman serta virus bisa menimbulkan pembengkakan di dalam serta sekitar leher ataupun wajah. Pembengkakan tersebut bisa berwujud selaku tonjolan di bagian belakang telinga. Tidak hanya itu, tonjolan bisa disebabkan oleh peradangan HIV/AIDS, campak serta cacar.

Mastoiditis

Untuk penyakit Mastoiditis ini merupakan sebuah Penyakit telinga yang berbentuk peradangan. Penyakit ini tidak kunjung bisa diatasi dan bisa menjalar sampai menuju ke tulang mastoid yang berada di bagian belakang telinga. Keadaan ini disebut dengan mastoiditis. Tonjolan akibat mastoiditis akan diiringi indikasi lain, ialah:

  • bernanah
  • demam
  • radang, dan
  • keluarnya cairan dari dalam telinga.

Mastoiditis dapat diatasi dengan antibiotik oral, obat tetes kuping, serta pembersihan kuping teratur oleh dokter.

Bila penyembuhan tersebut tidak sukses, pembedahan bisa jadi dibutuhkan buat menghindari terbentuknya komplikasi lebih lanjut.

Abses

Abses merupakan benjolan berisi nanah yang tumbuh kala sistem imun melawan kuman ataupun virus pemicu peradangan.

Bila peradangan terjadi di sekitar telinga, abses bisa timbul di bagian belakang telinga. Karakteristik abses ini umumnya terasa sakit serta hangat saat dijamah.

Biar cepat hilang, abses bisa diatasi dengan beberapa cara, termasuk drainase ataupun pembedahan ringan. Pembedahan kecil ini dilakukan dokter dengan memotong abses buat menghasilkan nanah. Dokter bisa jadi pula akan mengambil ilustrasi nanah buat diuji di laboratorium.

Otitis media

Otitis media merupakan peradangan di telinga bagian tengah. Peradangan ini bisa menimbulkan peradangan semacam bengkak, kemerahan, dan penimbunan cairan di belakang gendang telinga.

Indikasi ini yang setelah itu dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga. Kamu tidak perlu takut sebab otitis media mayoritas dapat lenyap sendiri tanpa membutuhkan penyembuhan dalam waktu 3-5 hari.

Tetapi, bila diperlukan, Kamu dapat konsumsi ibuprofen ataupun paracetamol buat meredakan demam besar serta perih.

Limfadenopati

Limfadenopati ialah pembengkakan kelenjar getah bening yang umumnya diakibatkan oleh peradangan, peradangan, ataupun kanker. Kelenjar getah bening ada di bawah lengan, leher, panggul, serta belakang telinga.

Kala tonjolan di belakang telinga diakibatkan oleh limfadenopati, Kamu bisa jadi pula merasakan indikasi berbentuk:

  • batuk
  • tubuh lemas
  • pilek
  • menggigil serta berkeringat, paling utama pada malam hari
  • radang kerongkongan
  • demam, serta
  • kulit yang memerah, hangat, serta bengkak.

Limfadenopati bisa diatasi sesuai dengan penyebabnya. Bila diakibatkan oleh peradangan, keadaan ini diatasi dengan antibiotik ataupun antiviral.

Sedangkan itu, bila penyebabnya kanker, Kamu bisa jadi membutuhkan chemotherapy, pengobatan radiasi, ataupun pembedahan.

Lipoma

Lipoma merupakan tonjolan lemak yang berkembang di antara susunan kulit manapun termasuk di belakang telinga. Akan tetapi limpoma sesungguhnya nyaris senantiasa tidak beresiko.

Saat awal pertumbuhannya, lipoma tidak senantiasa ditemukan dari permukaan kulit. Saatlimpoma telah berkembang lebih besar, mungkin Kamu akan bisa merasakannya dengan tangan Kamu.

Dilansir dari sebuah web National Center for Biotechnology Information. Maka sebagian besar lipoma itu tidak berbahaya dan juga bisa diatasi dengan cara dihilangkan. Sebagian daru penderita memilih untuk bisa melenyapkan benjolan tersebut karena alasan kosmetik.

Kista Sebasea

Kista sebasea merupakan tonjolan non-kanker yang mencuat di bawah kulit serta tumbuh di sekitar kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak).

Keadaan ini ialah tipe kista yang sangat umum nampak di telinga. Tidak hanya di belakang telinga, tonjolan ini pula dapat timbul di bagian berikut:

  • liang kuping
  • daun kuping, dan
  • kulit kepala.

Bila tonjolan diakibatkan oleh kista, Kamu bisa jadi pula akan merasakan indikasi berbentuk perih di bagian yang terinfeksi.

Dalam mayoritas permasalahan, kista sebasea bisa diabaikan sebab bukan kondisi yang berbahaya. Tetapi, bila kista meradang, dokter bisa menyuntikkannya dengan obat steroid buat mengurangi pembengkakan.

Kanker

Penyebab lain dari benjolan di belakang telinga yaitu kanker nasofaring. Ini merupakan pemicu yang perlu Kamu waspadai.

Dilansir dari Mayo Clinic, kanker nasofaring susah dideteksi semenjak awal sebab gejalanya mirip dengan keadaan umum. Tidak hanya terdapatnya tonjolan di belakang telinga, kanker nasofaring pula menimbulkan tanda-tanda berbentuk:

  • darah di air liur
  • keluar darah dari hidung
  • hidung tersumbat ataupun kuping berdenging
  • kehabisan pendengaran
  • kerap hadapi peradangan kuping,
  • sakit kerongkongan, dan
  • sakit kepala.

Perawatan buat kanker nasofaring umumnya termasuk dari pengobatan radiasi, chemotherapy, ataupun keduanya sekaligus. Diskusikan dengan dokter Kamu buat memperoleh perawatan terbaik untuk menanggulangi keadaan Kamu.

Kapan Wajib Cek ke Dokter?

Gendang Telinga Pecah

Jangan ragu untuk bertanya ke dokter bila timbul tonjolan di belakang telinga. Metode ini lebih nyaman daripada menebak-nebak sendiri apa yang sesungguhnya Kamu alami.

Alasannya, bila salah menduga keadaan, Kamu bisa tingkatkan resiko salah penyembuhan. Sedangkan saat Kamu periksakan diri, dokter bisa menolong Kamu memperoleh penyembuhan yang pas serta efisien.

Memeriksakan tonjolan yang ada di bagian belakang kuping, paling utama bila diiringi dengan indikasi di bawah ini:

  • Terasa sakit, kemerahan, kenyal, ataupun tonjolan berisi cairan,
  • Tonjolan berpindah,
  • Tonjolan kian membengkak,
  • Timbul seketika, dan
  • Muncul dengan indikasi yang lain.

Kemungkinan besar, tonjolan dengan tanda-tanda yang disebutkan di atas termasuk tumor.

Periksakan diri ke dokter sesegera mungkin ialah langkah yang pas buat mengenali apakah tumor tersebut bersifat kanker ataupun jinak.

Bila tonjolan bersifat kanker, ini merupakan sarkoma jaringan lunak. Dokter bisa memberitahu apa langkah penyembuhan berikutnya untuk menanggulangi keadaan yang Kamu alami.

Benjolan di belakang telinga dapat diakibatkan banyak hal. Antara lain permasalahan kulit, tulang, pembengkakan kelenjar getah bening, peradangan, hingga kanker. Mayoritas tonjolan di belakang telinga tidak beresiko serta dapat sembuh tanpa perlu diatasi.

Cara Menghilangkan Tonjolan di Belakang Telinga

Tonjolan di belakang telinga karena kista

Kista bisa berkembang di bermacam area kulit, termasuk di belakang telinga. Kista merupakan kantung berisi cairan yang membentuk tonjolan serta teraba di kulit. Terkadang, ada bintik gelap di bagian atas kista.

Metode melenyapkan tonjolan di belakang telinga karena kista dapat bermacam- macam. Mengutip WebMD, kista dapat dihilangkan dengan menyuntikkan obat buat mengeringkan tonjolan, pembedahan, hingga laser.

Adanya Lipoma

Lipoma merupakan gumpalan lemak yang tidak beresiko, tidak ganas, berkembang sangat lambat serta tidak menjalar ke bagian badan lain. Hal ini dapat berkembang di bermacam bagian badan, termasuk zona belakang telinga. Lipoma umumnya terasa lembut saat dijamah. Tonjolan ini terasa lebih dalam serta lebih lembut dibanding kista.

Indikasi perih bisa timbul apabila lipoma memencet saraf di dekatnya. Metode melenyapkan tonjolan di belakang telinga terpaut lipoma dapat dengan pembedahan oleh pakar bedah kosmetik. Tetapi, sesungguhnya tonjolan di belakang telinga karena lipoma tidak beresiko serta tidak membutuhkan perawatan kedokteran tertentu.

Tonjolan di Belakang Telinga Terkait Kelenjar Getah Bening

Pemicu tonjolan di belakang telinga pula bisa diakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem daya tahan badan. Kelenjar ini dapat membesar bila terinfeksi. Peradangan kulit serta kuping merupakan biang utama pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga.

Kendala kesehatan ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, bersamaan membaiknya keadaan peradangan. Bila tonjolan di belakang telinga karena kelenjar getah bening bengkak terjadi lebih dari 2 minggu, cepat konsultasikan ke dokter.

Tonjolan di Belakang Telinga Karena Infeksi

Saat terserang peradangan, badan secara alami mengirimkan sel darah putih ke zona yang terinfeksi buat memerangi sel biang penyakit. Perihal itu dapat merangsang penimbunan cairan serta pembengkakan di zona tersebut. Terdapat sebagian peradangan yang dapat menimbulkan peradangan di belakang telinga. Antara lain otitis ataupun peradangan kuping serta mastoid ataupun peradangan di dekat zona tengkorak.

Metode melenyapkan tonjolan di belakang telinga terpaut peradangan butuh disesuaikan dengan pemicu nyatanya. Buat mastoiditis, dokter umumnya meresepkan obat antibiotik. Sebaliknya peradangan THT dapat diatasi dengan obat hingga pembedahan.

Dikutip dari Healthline, tonjolan ini butuh dibawa ke dokter apabila memunculkan rasa sakit serta tidak aman. Buat membenarkan pemicu tentu penyakit, dokter baisanya akan melaksanakan pemeriksaan raga saat sebelum memastikan tipe perawatan sangat pas.

Menanggulangi Benjolan di Belakang Telinga

Jerawat: Sebagian besar permasalahan jerawat bisa sembuh sendiri ataupun memakai obat topikal jerawat, tetapi sebagian lain dapat parah sampai memerlukan perawatan dokter kulit.

Dermatitis seboroik: Dalam menyembuhkan dermatitis kortikosteroid, dokter bisa jadi meresepkan kortikosteroid topikal buat mengecilkan serta melenyapkan tonjolan.

Otitis media: Kamu bisa memakai antibiotik yang diresepkan oleh dokter buat meringankan indikasi serta melenyapkan peradangan. Umumnya otitis media lenyap dalam waktu 48 jam.

Mastoiditis: Dokter aka  menyembuhkan mastoiditis memakai antibiotik buat melawan peradangan. Tidak hanya itu, operasi pula bisa jadi dibutuhkan buat mengeringkan kuping tengah ataupun melenyapkan mastoid.

Abses: Abses bisa dikompres dengan air hangat buat menolong nanah untuk keluar. Tetapi, sebagian permasalahan abses membutuhkan pengeringan nanah oleh tenaga kedokteran dengan memakai sayatan. Tidak hanya itu, antibiotik pula bisa jadi dibutuhkan buat melenyapkan peradangan.

Pembengkakan kelenjar getah bening: Dalam menyembuhkan pembengkakan kelenjar getah bening hingga didasarkan pada keadaan yang mendasarinya. Dokter bisa jadi akan meresepkan antibiotik, ataupun apalagi membutuhkan biopsi.

Kista sebasea: Kamu bisa mengompres tonjolan akibat kista sebasea dengan air hangat buat menolong mengecilkannya. Tetapi, bila tonjolan terasa bengkak serta perih, cepatlah memeriksakan diri Kamu ke dokter.

Lipoma: Prosedur bedah akan dicoba bila lipoma butuh dinaikan. Kemudian, Kamu pula aka  diberi obat penghilang rasa sakit ataupun peradangan sehabis pembedahan.

Kanker: Penyembuhan kanker bisa dicoba dengan chemotherapy, pengobatan radiasi, ataupun bisa jadi keduanya. Senantiasa konsultasikan pada dokter seputar penyembuhan buat kanker yang dialami.

Jika kamu ingin melakukan pengobatan secara herbal maka disini akan direkomendasikan produk dari Uhat Bajakah. Produk ini telah terjamin mampuenybuhkan berbagai macam penyakit salah satunya Teh Uhat Bajakah dan Madu Uhat Bajakah.